Pages

Senin, 27 Januari 2014

Laporan Penelitian Asam Basa

DAFTAR ISI

BAB I   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II  TINJAUN PUSTAKA
A. Asam dan Basa
B. Membedakan asam dan basa
C. Mengidentifikasi Asam dan Basa

BAB III  METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
B. Alat dan Bahan
C. Prosedur Kerja
D. Hasil Pengamatan

BAB IV KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Kimia asam basa berperan penting dalam banyak proses yang terjadi dalam tubuh kita. Sari jeruk dan vitamin C sangat dibutuhkan oleh sel-sel tubuh kita karena dalam sari jeruk terdapat asam sitrat dan dalam vitamin C terdapat asam askorbat. Di lambung kita terdapat getah yang dikenal sebagai asam lambung yang mengandung asam klorida yang berguna untuk menghancurkan makanan dalam proses pencernaan.  Contoh  asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari, antara lain ammonia sebagai desinfektan, alumunium hidroksida, dan magnesium hidroksida untuk obat nyeri lambung, Jus lemon, cuka, dan beberapa produk sabun yang mengandung belerang.
Asam (HA) merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat(digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam, tapi cairan asam pekat sangat berbahaya dapat merusak kulit dan hati-hati mata, jika terpercik asam pekat bisa berakibat kebutaan. Jika kena asam pekat harus langsung dicuci dengan air mengalir sampai benar-benar bersih.
Basa memiliki rasa pahit. Dalam keadaan murni pada umumnya basa berupa Kristal padat. Basa dapat dijumpai pada produk rumah tangga, seprti sabun, deodorand, pembersih lantai, pasta gigi, dan lai-lain. Basa yang digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida (Ca(OH)2) yang umumnya disebut sebagai soda kaustik, yaitu suatu basa yang berupa tepung Kristal putih yang mudah larut dalam air. Sedangkan basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat menggangu pernapasan. Amoniak biasanya digunakan sebagai pupuk, bahan pembuatan rayon, nilon dan asam nitrat.

B.       Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka terdapat beberapa masalah yang perlu dirumuskan, yaitu:
1.      Bagaimana cara membedakan basa dengan asam?
2.      Apakah cairan detergen, jus jeruk, minuman bersoda, cairan pembersih lantai, dan larutan kunyit mempunyai sifat asam ataukah sifat basa?


C.       Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dan mengidentifikasi larutan asam basa yang terkandung dalam cairan detergen, jus jeruk, minuman bersoda, cairan pembersih lantai, dan larutan kunyit.

D.      Manfaat Peneletian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat:
1.    Membawa wawasan berfikir mengenai larutan asam dan basa.
2.    Mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang kimia lingkungan.
3.    Menambah wawasan dan referensi bagi pembaca untuk mengetahui jenis larutan asam atau laruta basa yang terkandung dalam cairan detergen, jus jeruk, minuman bersoda, cairan pembersih lantai, dan larutan kunyit.
4.    Bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat dan instansi terkait.


 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


A.      Asam dan Basa
Menurut Arrhenius pada tahun 1903, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (atau ion hidronium, H3O+) sehingga dapat meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+).
basa  adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida sehingga dapat meningkatkan konsentrasi ion hidroksida.

Secara umum :

Konsep asam basa Arrhenius terbatas hanya pada larutan air, sehingga tidak dapat diterapkan pada larutan non-air, fasa gas dan fasa padatan dimana tidak ada H+ dan OH-.
Asam memiliki rasa masam. Rasa masam yang kita kenal sering dijumpai pada jenis makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman ringan, dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang, serta air accu. Beberapa asem bereaksi sangat kuat terhadap logam, marmer, dan berbagai bahan lain. Karena logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan garis hydrogen (H2). Sifat inilah yang menjelaskan mengapa asam bersifat korosit terhadap sebagian besar logam.
Basa memiliki rasa pahit. Dalam keadaan murni pada umumnya basa berupa Kristal padat. Basa dapat kita jumpai pada beberapaproduk rumah tangga, seperti deodorant, sabun, dan lain-lain. Basa yang digunakan secara luas yaitu soda kaustik, suatu basa yang berupa tepung Kristal putih yang mudah larut dalam air. Sedangkan yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat sehingga sangat menggganggu pernafasan dan paru-paru jika terhirup. Amoniak biasanya digunakan sebagai pupuk dan bahan pembuatan rayon, nilon, dan asam nitrat.



B.       Membedakan Asam dan Basa
Asam mempunyai rasa masam. Rasa masam yang kita kenal misalnya pada beberapa jenis makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman ringan (soft drink) dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang dan air accu (Gambar 13). Sebaliknya, basamempunyai rasa pahit. Tetapi, rasa sebaiknya jangan digunakan untukmenguji adanya asam dan basa, karena beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.
Seperti halnya rasa, sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk menguji basa, meskipun Anda telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. Basa (seperti sabun) bersifat alkali, bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian. Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun, yang sama halnya dengan proses pembersihan dari produk pembersih saluran.

C.       Mengidentifikasi Asam dan Basa
Untuk mengidentifikasi larutan asam, basa kita dapat mengujinya dengan menggunakan lakmus biru dan merah.
Kertas lakmus adalah kertas yang diberi suatu senyawa kimia sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda setelah dimasukkan pada larutan asam maupun basa. Warna kertas lakmus akan berubah sesuai dengan larutannya.
Perubahan warna yang mampu dihasilkan oleh kertas lakmus sebenarnya disebabkan karena adanya orchein (ekstrak lichenes) yang berwarna biru di dalam kertas lakmus.
Lakmus biru dibuat dengan menambahkan ektrak lamus yang berwarna biru ke dalam kertas putih. Kertas akan menyerap ekstrak lakmus yang selanjutnya dikeringkan dalam udara terbuka, sehingga dihasilkan kertas lakmus biru. Kertas lakmus biru pada larutan yang bersifat basa akan tetap biru, karena orchein merupakan anion, sehingga tidak akan bereaksi dengan anion (OH-).
Kertas lakmus merah dibuat dengan proses yang sama dengan pembuatan kertas lakmus biru, tetapi ditambahkan sedikit asam sulfat atau asam klorida agar warnanya menjadi merah. Sehingga mekanisme reaksi orchein pada suasana asam akan kembali terjadi. Apabila ketas lakmus merah dimasukkan ke dalam larutan yang bersifat asam, warnanya akan tetap merah karena lakmus merah memang merupakan orchein dalam suasana asam. Sedangkan, apabila kertas lakmus merah ditambahkan larutan yang bersifat basa, maka orchein yang berwarna biru akan kembali terbentuk.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.      Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini kami lakukan pada hari Selasa, 15 April 2009 di ruang kelas SMAN 2 Ciputat, yaitu tepatnya di Ciputat, Tangerang Selatan.

B.       Alat dan Bahan
1.    Pisau
2.    Gelas kimia 100 ml 5 buah
3.    Kertas lakmus merah
4.    Kertas lakmus biru
5.    Cairan detergen
6.    Jus jeruk
7.    Minuman bersoda
8.    Cairan pembersih lantai
9.    Larutan kunyit

C.       Prosedur Kerja
1.    Masukan masing-masing larutan ke dalam gelas kimia yang berbeda dengan volume        setengahnya
2.    Beri label untuk setiap gelas yang berisi larutan
3.    Masukan kertas lakmus merah dan biru ke setiap larutan untuk asam basanya 

4.    Catat hasil pengamatan pada table yang telah ditentukan
D.      Hasil Pengamatan
No.
Larutan
Perubahan pada kertas lakmus
Merah
Biru
1
Cairan detergen
Biru
Biru
2
Jus jeruk
Merah
Merah
3
Minuman bersoda
Merah
Merah
4
Cairan pembersih lantai
Biru
Biru
5
Larutan kunyit
Merah
Merah
  
Jadi, apabila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi merah, maka larutan itu bersifat asam. Bila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi biru, berarti larutan tersebut bersifat basa.


BAB III
KESIMPULAN


1.    Asam mempunyai rasa masam. Seperti yang terkandung dalam jeruk, cuka, jus lemon, dan lain-lainnya. Asam di buktikan dengan rasa.  Sedangkan basa yang memiliki rasa pahit, seperti yang terkandung dalam sabun dapat dibuktikan dengan sentuhan. Meskipun kita telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. Basa bersifat alkali, sehingga jika bereaksi dengan protein di dalam kulit, sel-sel kulit akan mengalami pergantian.

2.    Setelah melakukan penelitian dengan menggunakan kertas lakmus merah da kertas lakmus biru di dapatkan hasil seperti yang tertera pada tablel hasil penlitian berikut
No.
Larutan
Perubahan pada kertas lakmus
Merah
Biru
1
Cairan detergen
Biru
Biru
2
Jus jeruk
Merah
Merah
3
Minuman bersoda
Merah
Merah
4
Cairan pembersih lantai
Biru
Biru
5
Larutan kunyit
Merah
Merah

Jadi dapat disimpulkan, apabila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi merah, maka larutan itu bersifat asam.  Sedangkan bila kedua lakmus (biru dan merah) berubah warna menjadi biru, berarti larutan tersebut bersifat basa

DAFTAR PUSTAKA
Miller, JC & Miller, JN.(1991). Statistika untuk Kimia Analitik. Bandung : ITB
Muslim, F. dan Suhendar, C.  2008. Kimia untuk SMK Kelompok Teknologi dan Kesehatan.Bandung: Grafindo Media Pratama.