Pages

Selasa, 20 Mei 2014

RESENSI CERPEN "ROBOHNYA SURAU KAMI"





        Cerpen berjudul Robohnya Surau Kami merupakan sebuah prosa karya A.A. Navis. Sebuah cerpen yang bercerita tentang hakikat dan tujuan hidup manusia yang dikemas dalam sebuah wadah yang terbungkus secara rapi dalam bentuk komedi yang serius. Cerpen Robohnya Surau Kami bagi saya merupakan cerpen yang syarat akan makna dan pesan moral.
       Sebuah cerpen yang mengkisahkan perjalanan hidup seorang kakek yang tawadu’ dalam beragama namun harus meninggalkan hidup dengan ketidakpantasan. seorang kakek penjaga surau tua yang pekerjaan rutinitas hariannya menjaga surau sebagai tempat orang-orang beribadah, menjadi tukang asah pisau bagi ibu-ibu rumah tangga yang hendak meminta tolong dengan imbalan seikhlasnya, serta sebagai jagal ayam jika diminta tolong oleh tetangganya. Seorang kakek penjaga surau yang hidup dengan penuh kesederhanaan tanpa harta tak selebih pencukup kebutuhan pokok atau primer. Sebuah kehidupan yang hanya berjalan seiring terkikisnya waktu, bagai terkikisnya raut kening yang legam karena waktu memakan usia.
       Di dalam perjalanan kisah sang kakek, awalan tak selalu sejalan dengan akhiran. Maksud dari pernyataan tersebut menggambarkan bahwa seorang kakek yang tawadu’ pun meninggalkan dunia dengan cara bunuh diri karena frustasi. Hal ini terjadi karena sang kakek mendapat goncangan batin akibat mendengarkan sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang pemuda yang bernama Ajo Sidi.
       Dalam sebuah cerita Ajo Sidi kepada sang kakek yang berkisah tentang dialog antara Tuhan dengan Haji Saleh, bercerita tentang seorang warga Negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah. Dalam pembicaraan Tuhan tersirat, ”……kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu dan memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebuh suka beribadat saja, karena beribadat tidak berpeluh mengeluarkan keringat, tidak membanting tulang. Sedang Aku menyuruh engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira Aku ini gila pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu hanya memuji-muji dan menyembah-Ku saja……” dan Tuhan pun menghendaki malaikat untuk membawa Haji Saleh ke dalam jurang neraka yang panas.
    Dari cerita itulah sang kakek merasa hidupnya sia-sia, merasa frustasi akibat goncangan batin sehingga sang kakek harus meninggalkan dunianya secara tragis dan penuh tragedi.


                                                       ************

       Dari sinopsis cerita yang mampu kita pahami dari permukaan, kita mampu mengupas lebih dalam akan makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Cerpen Robohnya Surau Kami memberi pesan moral tentang cerminan bangsa Indonesia.
       Gaya bahasa yang terkandung memiliki kadar ironi yang mampu menjadi sebuah wacana yang menyindir secara tegas dan gamblang terhadap keadaan negeri bangsa kita. Konflik yang tersirat dalam wacana antara Tuhan dan Haji Saleh mengandung kontraversi yang mampu memberi refleksi terhadap diri bahwa tidak selamanya nilai kebaikan itu dibenarkan. Sosok Ajo Sidi yang tergambar sebagai pembual dibuat tidak terbaca secara makna dari luar permukaan tentang apa yang dilakukannya sehingga seolah mengandung kesalahan dan kejahatan. Pada dasarnya, konflik yang terkandung di dalamnya memberikan kadar kontemplasi yang dalam.
       Kisah ini secara garis besar bercerita tentang gambaran bangsa Indonesia. Seperti contoh bercerita tentang keberadaaan seseorang yang sangat kaya hingga mampu beribadah haji berulangkali namun tidak mampu memahami hakikat atas apa yang dilakukannya, sehingga tetangga sekitarnya masih ada yang tidak terbantu atas rejeki yang dimiliki. Bercerita tentang negeri yang serba melimpah, makmur, sejahtera, hijau dan lohginawi. Namun, rakyatnya masih ada sebagian besar yang kelaparan. Negeri yang kaya akan tambang dan subur. Namun, rakyatnya malas dan senang berfoya serta membiarkan asset negerinya terjamah oleh orang lain demi kepentingan kapitalis semata. Dari hal seperti itu, kekayaan berimpit dengan kemalasan, serta akan menjadikan pendapatan perkapita negara pun rendah.
       Robohnya Surau Kami merupakan judul cerpen yang jika kita refleksikan mampu memberikan makna tentang “robohnya negeri kami”. Sebuah surau yang bermakna negeri dari hasil peninggalan yang dijaga secara tawadu’ oleh para leluhur. Namun, harus roboh karena puing-puing pondasi yang terus terbiarkan dan diambil sebagai “bahan bakar masak” oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Maka cerita pendek ini sangatlah pantas jika kita baca untuk direnungkan dan direfleksikan. Dalam sebuah kontemplasi jiwa yang bijak untuk mampu diimplementasikan dalam kehidupan.
       Dari sastra yang berbicara, tersirat makna yang indah. Tidak hanya indah namun juga baik untuk dicerna. Tidak hanya dicerna namun sehat bagi tubuh. Seperti oase yang ada pada gurun pasir yang gersang. Sastra memberikan kesegaran dan kesehatan yang mutlak ketika tiada lagi air yang mampu menyegarkan dahaga jiwa dalam menjawab segala persoalan dunia. Mulut yang terbungkam bercerita pada pena yang terlukis secara renta.

RESENSI NOVEL "NEGERI 5 MENARA" KARYA A.FUADI






A.    IDENTITAS BUKU
Judul buku                  :           Negeri  5 Menara
Pengarang                 :           A. Fuadi
Penerbit                      :           PT Gramedia Pusat Utama
Kota tempat terbit      :           Jakarta
Tahun terbit                 :           2009
Tebal                            :           xiii +  423 halaman

B.     SINOPSIS
Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Bukittinggi, adalah seorang anak desa yang sangat pintar. Ia dan teman baiknya, Randai, memiliki mimpi yang sama: masuk ke SMA dan melanjutkan studi di ITB, universitas bergengsi itu. Selama ini mereka bersekolah di madrasah atau sekolah agama Islam. Mereka merasa sudah cukup menerima ajaran Islam dan ingin menikmati masa remaja mereka seperti anak-anak remaja lainnya di SMA. Alif mendapat nilai tertinggi di sekolahnya yang membuatnya merasa akan lebih terbuka kesempatan untuk Amak (Ibu) memperbolehkannya masuk sekolah biasa, bukan madrasah lagi. Namun Amak menghapus mimpinya masuk SMA. “Beberapa orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah agama karena tidak cukup uang untuk masuk ke SMP atau SMA. Lebih banyak lagi yang memasukkan anaknya ke sekolah agama karena nilainya tidak cukup. Bagaimana kualitas para buya, ustad, dan dai tamatan madrasah kita nanti? Bagaimana nasib Islam nanti? Waang punya potensi yang tinggi. Amak berharap Waang menjadi pemimpin agama yang mampu membina umatnya,” kata Amak yang membuat harapan anaknya masuk SMA pupus.
Alif sakit hati dan memutuskan untuk meninggalkan Maninjau untuk bergoro di sebuah pondok pesantren di daerah Jawa Timur setelah ia membaca surat pamannya dari Mesir. Setelah perjalanan selama 7 hari 7 malam, ia sampai di sebuah pondok bernama Pondok Madani, yang dikepalai oleh seorang motivator handal yaitu Kiyai Rais.
Biarpun masuk karena terpaksa, namun Alif mulai menyukai kehidupan di pondok.
Terlebih lagi, ia sangat menikmati hidup persahabatannya dengan Sahibul Menara sebuah sebutan penghuni PM terhadap Alif dan 5 teman lainnya yang selalu berkumpul di bawah menara tertinggi di Pondok Madani. Mereka adalah Said, Baso, Raja, dan Atang. Persahabatan lekat yang dijalin bersama sangat cukup menjadi penghiburan bagi Alif. Tapi di satu sisi ada kegelisahan mengetahui teman baiknya  Randai yang sudah masuk SMA terbaik yang pernah mereka idamkan bersama, sudah melewati masa SMA dengan penuh tawa, dan dengan bahagia berhasil merebut impian mereka tertinggi: masuk universitas di ITB. Pertanyaan “jadi apa aku nanti?” terus terngiang dalam kepalanya mengingat ijazah PM tidak diakui walaupun sangat diakui di luar negeri.
Tetapi, berkat banyaknya pengalaman yang merupakan motivasi di mata Alif, ia berhasil menyelesaikan perguruannya di PM, walau tanpa seorang teman yaitu Baso  harus pulang karena nenek yang merupakan satu-satunya keluarganya sakit keras.
Setelah lulus dari PM, Alif merantau ke Amerika. Disaat itu, Alif memiliki tugas untuk ke London yang membuat beberapa anggota sahibul menara bertemu setelah sekian lama berpisah.

C.     KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN BUKU
Dengan membaca pembuka novel ini, dapat dengan mudah kita menerka nuansa apa yang akan kita rasakan sampai pada selesainya novel ini. Ya, nuansa Islam. Pembukaan ini merupakan pembukaan yang baik di mana pembaca dapat berharap banyak dan berimajinasi akan jadi apa Alif ini. Pemimpin negara? Atau pemimpin besar agama? Sayangnya sampai akhir, penulis kurang mampu memperlihatkan dinamika dalam cerita. Klimaks cerita kurang menonjol sehingga pembaca merasa dinamika cerita sedikit datar. Setelah selesai membaca, pembaca akan merasa cerita belum selesai setuntas-tuntasnya. Hal ini mungkin disebabkan karena penulis mendasarkan ceritanya pada kisah nyata dan tidak ingin melebih-lebihkannya. Mungkin akan lebih baik jika penulis membuat konflik-konflik yang lebih tegang atau menuliskan ending yang lebih memukau pembaca.
Kelebihan novel ini adalah mengubah pola pikir kita tentang kehidupan pondok yang hanya belajar agama saja. Karena dalam novel ini selain belajar ilmu agama, ternyata juga belajar ilmu umum seperti bahasa inggris, arab, kesenian dll. Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah impian setinggi apapun itu, karena Allah Maha mendengar doa dari umat-Nya.
Satu lagi kelebihan novel ini. Pembaca tidak akan bosan membaca kehidupan di pondok karena penulis rupaya menggunakan alur campuran. Ia memulai cerita dengan mengambil setting Alif yang sudah bekerja lalu mulai masuk ke dalam ingatan-ingatan Alif akan kehidupannya dulu di Pondok Madani. Setelah cukup panjang menceritakan tentang pondok, ia mulai beralih lagi ke kehidupan Alif masa sekarang.
Adapun unsur intrinsik novel Negeri 5 Menara, yaitu:
1.      Tema
Adapun tema dari novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi adalah pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari latar tempat yaitu dipesantren dimana kegiatan utama yang dilakukan sehari-hari tokoh utama adalah belajar. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan novel berikut:
Bagai sebuah konspirasi besar untuk mencuci otak, metode total immersion ini cocok dengan lingkungan yang sangat mendukung. Tidak cukup dengan itu, entah siapa yang menyuruh, banyak diantra kami yang membawa kamus. Kalau bukan kamus cetak, kami pasti membawa buku mufradhat, buku tulis biasa yang dipotong kecil sehingga lebih tipis dan gampang dibawah kemana-mana. Murid dengan buku mufradhat ditangan gampang ditemukan sedang antri mandi, antri makan, berjalan, bahkan di antara kegiatan olahraga sekalipun.

2.      Alur / plot
Alur dari Novel Negeri 5 Menara adalah alur maju-mundur. Dimana cerita adalah kilas balik ingatan tokoh utama akan masa silam ketika menimbah ilmu di Pondok Madani hingga membuahkan hasil yang menyenangkan dimasa kini.
Kutipan Novel:
Washington DC, Desember 2003, jam 16.00
Iseng saja, aku mendekat ke jendela kaca dan menyentuh permukaannya dengan ujung telunjuk kananku. Tidak jauh, tampak The Capitol, gedung parlemen Amerika Serikat yang anggun putih gading, bergaya klasik dengan tonggak-tonggak besar. Aku tersenyum. Pikiranku langsung terbangun jauh ke masa lalu. Masa yang sangat kuat terpatri dalam hatiku.
Aku tegak di atas aula madrasah negeri setingkat SMP. Sambil mengguncang-guncang telapak tanganku, Pak Sikumbang, Kepala Sekolahku memberi selamat karena ujianku termasuk sepuluh yang tertinggi di Kabupaten Agam.
London, Desember 2003
Gigiku gemeletuk. London yang berangin terasa lebih menggigil dari Washington DC. Dulu kami melukis langit dan membebaskan imajinasi itu lepas membumbung tinggi. Setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan menggenapkan dengan doa, Tuhan mengirim benua impian kepelukan kami masing-masing.
Alur yang dipakai dalam novel ini adalah alur rapat. Dimana tak terjadi percabangan cerita. Semua cerita hanya difokuskan pada satu permasalahan.

3.      Tokoh dan penokohan
Adapun tokoh dan penokohan dalam Novel Negeri 5 Menara adalah
a. Alif (tokoh utama) dalam novel ini adalah tokoh yang protagonis. Alif digambarkan sebagai sosok generasi muda yang penuh motivasi, bakat, semangat untuk maju dan tidak kenal menyerah.
b. Baso dalam novel ini tokoh yang protagonis. Baso adalah teman Alif merupakan anak yang paling rajin dan paling bersegera disuruh ke mesjid.
c. Raja dalam novel ini tokoh yang protagonis. Teman Alif sesama sahibul menara
d. Said dalam novel ini tokoh yang protagonis. Teman Alif sesama sahibul menara.
e. Dulmajid dalam novel ini tokoh yang protagonis. Teman Alif sesama sahibul menara
f. Atang dalam novel ini tokoh yang protagonis. Teman Alif sesama sahibul menara.
g. Ustad Salman dalam novel ini tokoh yang protagonis. Wali kelas Alif. Laki-laki muda bertubuh kurus bersuara lantang.
h. Tyson dalam novel ini tokoh yang tirtagonis. Merupakan kepala pengamanan di PM. Ia akan bersifat antagonis apabila mendapati siswa PM yang melanggar.
i. Kyai Rais dalam novel ini tokoh yang protagonis. Ia selalu membakar semangat para siswa dengan motivasi-motivasinya.

4.      Latar
Adapun latar dari novel ini yaitu di Pondok Madani hal ini didukung oleh tema yang ada yaitu pendidikan. Karakter tokoh utama juga mendukung latar yang ada.
Kutipan Novel:
Pondok Madani diberkati oleh energi yang membuat kami sangat menikmati belajar dan selalu ingin belajar berbagai macam ilmu. Lingkungannya membuat orang yang tidak belajar menjadi orang aneh. Karena itu cukup sulit menjadi pemalas di PM.
Suasana yang terasa dalam novel ini adalah kerja keras, dimana novel ini menceritakan 6 orang sahabat yang berusaha keras mewujudkan mimpi mereka masing-masing.
Waktu diceritakan sebagian besar terdapat pada saat masa-masa pembelejaran di PM, dan saat berlibur

5.      Sudut pandang
Dalam novel ini penulis menggunakan sudut pandang orang pertama. Hal ini dikarenakan tokoh utama selalu menyebut dirinya dengan kata aku.
Kutipan Novel:
Aku baca suratnya sekali lagi. Senang membaca surat dari kawan lama. Tapi aku juga iri. Rencana masuk SMA-nya juga rencanaku dulu. Aku menghela napas dan menatap kosong kepuncak pohon kelapa. Aku tidak boleh terlambat lagi. Aku kapok jadi jasus. Aku jera menjadi drakula.

6.      Amanat
Adapun amanat dalam novel ini adalah sebuah perenungan yang diberikan penulis bagi pembaca untuk tidak putus asa dalam hidup dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.
Kutipan Novel:
Jangan pernah remehkan impian walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

D.    ARAH DAN SASARAN BUKU
Novel ini bertemakan tentang pendidikan di sebuah pondok, sehingga sasaran utama novel ini adalah para siswa dan masyarakat.

E.     GAYA BAHASA
Gaya bahasa yang digunakan penulis dalam novel ini adalah bahasa sehari-hari dan sangat inspiratif. Dari tiap kata-katanya kita merasakan kekuatan pandangan hidup yang mendasari bangkitnya semangat untuk mencapai harga diri, prestasi dan martabat diri.
Kutipan Novel:
Dulu kami melukis langit dan membebaskan imajinasi itu lepas membumbung tinggi. Aku melihat awan yang seperti benua Amerika, Raja bersikeras awan yang sama berbentuk Eropa, sementara Atang sangat percaya bahwa awan itu berbentuk Afrika. Baso malah melihat semua ini dalam konteks Asia, sedang Said dan Dulmajid awan itu berbentuk peta negara kesatuan Indonesia. Dulu kami tidak takut bermimpi. Meski juga kami tidak tahu bagaimana merealisasikannya. Tapi lihat hari ini, setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan menggenapkan dengan doa, Tuhan mengirim benua impian kepelukan kami masing-masing. Kun fayakun, maka semula awan impian, kini hidup yang nyata.

F.      TUJUAN PENGARANG DAN TUJUAN PRESENTATOR (PEMBEDAH).
Berkiblat dari arah dan sasaran novel ini, pengarang bertujuan untuk mengubah pandangan mereka tentang kehidupan pondok yang begitu terikat dan mayoritas hanya memperdalam ilmu agama. Sedangkan tujuan presentator dalam membedah novel ini, selain sebagai bahan pertimbangan nilai juga ingin memperdalam ilmu pengetahuan dan mencari motivasi hidup di setiap kata dalam novel yang penuh motivasi ini.

G.    KESIMPULAN DAN SARAN PRESENTATOR
Setelah membaca novel Negeri 5 Menara ini, timbul rasa untuk lebih memperdalam ilmu, baik agama maupun umum. Dari sini saya menyimpulkan bahwa, apa yang kita fikirkan belum tentu akan baik di masa yang akan datang, karena Allah telah mengatur takdir kita. Semangat akan semua hal itu tumbuh dari dalam diri setiap orang sejak ia melewati masa pubertas. Motivasi bisa datang darimana saja, dan kita harus menanggapinya. Gunakan waktumu dengan efisien dan efektif untuk hal-hal yang membangun, karena mungkin akan berguna di masa yang akan datang. Dan percayalah akan pepatah MAN JADDA WAJADDA.

Jumat, 25 April 2014

Resensi Film "LONG WALK TO FREEDOM"


Produser                      : Anant Singh
Sutradara                     : Justin Chadwick
Penulis Naskah            : William Nicholson
Produser                      : Anant Singh
Sutradara                     : Justin Chadwick
Penulis Naskah            : William Nicholson
Aktor dan Aktris         : Idris Elba, Naomie Harris, Mark Elderkin, Carl Beukes, Tony Kgoroge, Riaad Moosa, Zolani Mkiva, Jamie Bartlett, Lindiwe Matshikiza, Deon Lotz, Terry Pheto, Robert Hobbs Naomie Harris, Mark Elderkin, Carl Beukes, Tony Kgoroge, Riaad Moosa, Zolani Mkiva, Jamie Bartlett, Lindiwe Matshikiza, Deon Lotz, Terry Pheto, Robert Hobbs.

Ada banyak gambar matahari, belang-belang rumput melambaikan tangan dalam angin. Adaptasi film ini diambil dari otobiografi Nelson Mandela. Mandela perjalanan yang panjang menuju kebebasan. Cerita Nelson Mandela dari pedesaan masa kanak-kanaknya hingga sampai pelantikan sebagai presiden pertama “post-apartheid” afrika selatan.
Film ini mengisahkan perjalanan panjang Mandela yang dikenal luas di dunia internasional sebagai tahanan yang selama 27 tahun mendekap dipenjara karena aktif dalam pergerakan pembebasan nasional di Afrika Selatan. Saat penayangannya di Toronto, film ini mendapat sambutan baik dari para penonton atas penampilan Elba yang tepat memerankan sosok kharismatik tokoh pejuang dan mantan presiden pertama Afrika Selatan ini.

Selain menampilkan perjalanan Mandela, Chadpick juga berupaya menggambarkan sisi lain kelemahan Mandela, dimana ia merasa gagal dalam perkawinannya yang pertama serta hubungannya dengan anak-anaknya. Begitupun ketika  ia membina rumah tangga dengan Winnie Mandela, yang mendampingi dalam masa-masa sulit yang dijalaninya. 

Pada tahun 1994, setelah kebebasannya, Mandela menjadi presiden pertama Afrika Selatan yang terpilih secara demokratis. Perjuangannya pun berbuah manis, ketika diskriminasi terhadap ras kulit hitam dihapuskan. Atas perjuangan tersebut, Mandela dianugerahi penghargaan Perdamaian atau Nobel Peace Prize yang pekan lalu baru diterimanya. 

Sosok Mandela mengajarkan tentang perjuangan yang tanpa henti untuk menghapuskan diskriminasi sekalipun resiko yang ditanggungnya besar. Ia vokal dan tak pernah takut menyuarakan yang benar, sekalipun harus berhadapan dengan penguasa dan masuk sel tahanan. Hal ini mengingatkan pentingnya rasa kepedulian dan beban dalam mengubahkan tindakan atau pemahaman yang dalam prakteknya tidak benar.

Amanat
Selalu terus maju demi sebuah keadilan yang memang harus diperjuangkan,tak peduli beberapa penderitaan yang harus dilewati tetap bepikir tenang dan bijak. Selalu berusaha maafkan sebuah penderitaan yang diterima . Nelson Mandela adalah sebuah simbol penderitaan yang dialami kaum kulit hitam, dan memaafkan kesalahan dari kaum kulit putih, agar menciptakan sebuah kedamaian dan keadilan bagi negaranya.

Kelebihan
Dipenuhi semangat perjuangan untuk sebuah revolusi keadilan. Memberikan semangat menggebu-gebu dari penonton film ini.

Kekurangannya
Saya rasa tidak ada kekurangan dari pembuatan film ini sudah bagus.

Unsur Ekstrinsik
   1.  Nilai Agama    : Kita tidak boleh menyalahkan tuhan atas apa yang terjadi.
  2. Nilai moral  : Kita tidak boleh mendiskriminasi dan membeda-bedakan hanya karena perbedaan    suku,budaya,agama dan etnis.
   3.  Nilai Sosial       : Kita harus memperjuangankan keadilan yang memang harus ditegakkan.
 


Jumat, 28 Maret 2014

Resensi Novel




Judul                           : My Idiot Brother
Penulis                         : Agnes Davonar
Penerbit                       : Inandra Published
Tempat Terbit              : Jalan TPI 2 nomor 6, Jakarta
Tahun Terbit                : November 2011
Halaman Buku            : 267 halaman
ISBN                           : 978-979-18346-8-1
Judul resensi                : Kisah Inspiratif Pengorbanan Seorang Kakak Kepada Adik nya
             
           
       Agnes Davonar adalah keluarga bersaudara penulis yang memulai kariernya dalam blog, dua kakak beradik ini telah melahirkan banyak cerita online yang  begitu dekat dengan kehidupan pembacanya. Lebih dari sejuta pembaca telah melihat karyanya lewat situs pribadinya www.agnesdavonar.net. Selain dikenal sebagai blogger papan atas indonesia dengan sejumlah prestasi internasional, ia juga dikenal sebagai penulis best seller yang telah melahirkan 8 novel fiksi dan 2 biografi sukses yang diakui di beberapa perpustakaan universitas asia dan australia sebagai koleksi resmi. 4 dari novelnya telah diadaptasikan ke layar lebar hingga tahun 2011. Kini Agnes melanjutkan kehidupannya di Amerika, sedangkan Davonar melanjutkan kuliahnya di Universitas Tarumanegara. Mereka juga merintis Gerakan sosial @IndonesiaBerdoa yang memiliki lebih dari 45.000 follower sebagai yayasan amal mereka untuk anak-anak Indonesia dan mereka yang membutuhkan.

Alur : Maju
      a)    Pengenalan                 : Angel seorang gadis yang cantik tapi selalu malu terhadap Hendra karena kakaknya itu mengalami cacat mental.
     b)    Pemunculan konflik   : Semenjak Angel memaski sekolahnya, ia selalu dicaci maki oleh Agnes dan kawan-kawan yang mengetahui keadaan Hendra, Kakaknya sehingga seluruh kelas tau keadaann kakaknya dan ikut menghina dirinya.
      c)    Konflik memuncak    : Aji, seorang murid baru yang tampan, pintar bermain basket (sama dengan Angel) datang ke sekolah. Aji mulai tertarik dengan Angel karena memiliki hobi yang sama. Sementara Agnes dan teman-temannya merasa tidak terima dan mengancam Angle akan memberi tahu keadaan Hendra kepada Aji.
     d)    Klimaks                     : Aji mengundang Angel ke pesta ulang tahunnya. Angel ingin membelikan hadiah untuk Aji tapi ia tidak mempunyai uang karena ia tidak pernah menabung uang jajannya. Hendra memberikan seluruh uang tabungannya untuk Angel. Akhirnya Angel membelikan sebuah helm kerem untuk Aji. Saat ulang tahun Aji, Angel lupa membawa hadiahnya. Ia berniat untuk kembali dan mengambil hadiah untuk Aji, tapi Hendra sudah lebih dulu mengantarkannya. Karena malu Aji mengetahui bahwa kakaknya cacat mental, Angel berlari dan akhirnya tertabrak oleh sebuah mobil.
      e)    Penyelesaian               : Angel dilarikan ke rumah sakit dan kehilangan banyak dara sementara stok kantung darah sudah habis. Hendra mendonorkan darahnya walau itu membahayakan hidupnya. Ia ingat bahwa besok adalah hari ulang tahun adiknya. Ia membuat surat kepada adiknya karena ia tidak mempunyai uang untuk membelikan boneka babi yang biasa dibelinya saat Angel ulang tahun, saat ingin menyimpan surat itu, kepala Hendra terbentur dan tak lama kemudian ia meninggal. Angel menemukan surat dari kakaknya dan menangis.ia menyadari bahwa Hendra adalah segalanya. Hendra mungkin bukan kakak yang sempurna, tapi ia adala kakak terbaik yang diciptakan tuhan untuk ada di sampingya sebagai malaikat yang mencintai dan menyelamatkan hidup Angel.

Penokohan
      a)      Angel              : cantik, pintar bermain basket, pemarah, tidak sopan, selalu malu terhadap keadaan Hendra, Kakaknya yang mengalami cacat mental.
      b)      Hendra            : mengalami cacat mental, gendut, baik hati, dermawan, pemaaf, selalu sayang pada adiknya dan rela menyelamatkan hidup adiknya.                              
      c)      Ibu Angel        : baik hati, perhatian, penyayang.
      d)      Agnes             : kurus, tinggi, langsing, suka menghina, pendengki, tidak sopan.
      e)      Aji                    : baik hati, pintar main basket, ramah, bersahabat.

Suasana           : Mengharukan.
Latar tempat    : Rumah Angel, Sekolah, CafĂ© Hijau, Rumah sakit.
Sudut pandang : Sebagai orang pertama yang menceritakan dirinya dan kehidupannya.
Amanat           : terkadang kita tidak akan menyadari kehilangan sebelum benar-benar terjadi. seorang kakak mungkin tidak sempurna, tapi ia adala kakak terbaik yang diciptakan tuhan untuk ada di samping kita sebagai malaikat yang mencintai kita.

Kelebihan
amanatnya bagus untuk dicontohkan pada kehidupan sehari-hari, novel ini memiliki alur yg menarik tidak bikin bosan bagi pembacanya.
           
Kekurangan
Dalam novel ini, terdapat kesalahan ketik yang lumayan banyak. Demikian juga beberapa kalimat yang terkesan dibiarkan begitu saja tanpa di edit, cukup mengganggu pembaca. contohnya seperti kalimat berikut :
       1)    Tiga cewek norak itu saling melambaikan tangan mesra untuk pada Aji.(halaman 65).
      2)    Sepekan Agnes ikut bermain kami di lapangan dan tiba hingga akhirnya Aji mulai merasa  jenuh       melatih Agnes yang bodoh itu. (halaman 73).
       3)    Tapi demi agar Aji tidak jatuh padanya, (halaman 73).
       4)    Belum bisa masukin bola ke ranjang. (halaman 73).
       5)    Agnes merasakan pahitnya kata-kata arti bodoh. (halaman 74).

Selain itu, gambar kecil yang ada di sudut bawah dalam setiap halaman juga sedikit mengganggu ‘pemandangan’ saat membacanya.
Tetapi, tema yang diangkat menarik karena menceritakan kisah penderita down syndrome. Karakter ibu yang digambarkan pada novel lain biasanya lembut, penuh pengertian, dan sabar. Namun dalam novel ini, tokoh ibu digambarkan lengkap dengan emosinya yang kadang tak terkendali, menuntut Agnes agar menerima keadaan kakaknya. Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot atau alur dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan novel ini. Alur yang dibawakan dalam novel ini adalah alur maju, jadi para pembaca  tidak bingung untuk membayangkan cerita dalam novel ini. sudut pandang pengarang dalam novel ini sangat jelas, yaitu pengarang sebagai  pelaku utama. Selain itu, ada juga tambahan 6 cerpen  karya Agnes Davonar yang juga inspiratif. Didalam cerpen-cerpennya, penulis memakai nama yang sama (Angel,Hendra,Agnes) pada setiap tokohnya yang bisa saja membuat pembaca bingung.
Tidak hanya itu, novel ini banyak sekali memiliki amanat yang sangat penting dalam kehidupan. Salah satu amanat yang dapat diambil dari novel ini adalah kita harus menerima apapun keadaan saudara kita dengan ikhlas, dan jangan malu dengan keadaan saudara kita tersebut. Seharusnya sebagai saudara kita harus saling membantu dan saling menyanyangi, sebab tak ada yang lebih berharga di dunia ini selain seorang saudara, apalagi seorang kakak kandung. Jadi, novel ini sangat lah menarik  dan dapat di jadikan sebagai salah satu inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, novel inspiratif ini dapat dibaca oleh semua kalangan.

Unsur Ekstrinsik
     1.  Nilai Agama : Kita tidak boleh menyalahkan tuhan atas apa yang terjadi
     2.  Nilai moral    : Kita tidak boleh membenci keluarga sendiri, jangan mengejek orang                                               lain.
     3.  Nilai Sosial   : Kita harus menghargai dan menerima kekurangan orang lain
     4. Nilai Budaya : Budaya anak Jakarta merayakan acara ulang tahunnya di sebuah kafe.