Pentingnya Tes penerimaan
terhadap sistemyang dibuat agar tim proyek mendapatkan pernyataan tertulis dari
user bahwa produk (dalam hal ini sistem) yang dikirim sesuai dengan yang
dijanjikan, dan tim proyek dapat mengetahui apabila terjadi sesuatu yang tidak
sesuai dengan perjanjian/masih ada yag kurang sesuai, tim proyek akan
memperbaiki kekurangan dan kesalahan tersebut.
Kamis, 09 Juli 2015
Selasa, 16 Juni 2015
Network Engineer
Network
engineer bertanggungjawab untuk memasang dan mendukung komunikasi jaringan
komputer dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuannya adalah untuk
memastikan operasi yang lancar dari jaringan komunikasi untuk menyediakan
performance yang maksimum dan ketersediaan untuk user (staff, client, customer,
supplier, dan lain-lain).
Network
engineer bekerja secara internal sebagai bagian dari tim pendukung IT di
organisasi atau secara eksternal sebagai bagian dari perusahaan konsultansi networking
dengan beberapa client.
Profesi
network engineer adalah salah satu profesi yang cukup diminati karena salah
satu profesi IT dengan panghasilan yang lumayan. Jenjang karir profesi ini
cukup jelas dan umumnya IT management dijabat oleh orang-orang yang berlatar
belakang profesi ini. Profesional di bidang ini umumnya memegang sertifikat CCNA, CCNP ataupun
CCIE. Dengan memegang sertifikat ini, skill mereka dapat diakui secara
internasional dan lebih memudahkan dalam memperoleh pekerjaan di negeri seberang.
Tugas:
1. Melakukan monitoring traffic user
2. Melakukan troubleshooting
3. Membuat planning & topologi
jaringan supaya mudah dalam troubleshooting. misal alokasi IP address, VLAN,
routing, dll
4. Mengaplikasikan keamanan jaringan.
misal membuat aturan firewall (memblok akses ke network tertentu, website
tertentu, dll)
5. Membuat bandwidth management.
6. Remote support atau on-site support.
Keahlian yang
Diperlukan:
1.
Menguasai
konsep dasar mengenai jaringan seperti topologi, protokol-protokol komunikasi,
standar-standar networking, media komunikasi data dan keamanan jaringan baik
LAN maupun WAN
2.
Menguasai
konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
3.
Menguasai
desain, instalasi dan terminasi media jaringan seperti kabel tembaga/UTP, fiber
optic, Wireless communication dll
4.
Menguasai
setting, pemanfaatan dan troubleshooting perangkat jaringan seperti router,
switch, firewall, proxy, modem dll
5.
Memahami
instalasi dan setting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur
jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver dll
6.
Menguasai
secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / sistem
TOKOH NETWORK ENGINEER
Leonard
bosack ( CEO CISCO )
Leonard
bosack ( lahir tahun 1952 ) bersama dengan mantan istrinya lerner, jabatannya co-founder
dari Cisco Systems Sebuah perusahaan multinasional american-based yang
mendesain dan menjual barang elektronik, dan jaringan teknologi komunikasi.
Dia juga telah
mendapatkan penghargaan the Computer Entrepreneur Award in 2009 untuk
co-founding cisco system untuk sistem dan perintis juga
memajukan komersialisasi teknologi routing dan memberikan dampak perubahan yang
besar dalam industri komputer.
Dia
sebagian besar bertanggung jawab untuk
merintis komersialisasi luas
teknologi Local Area Network(LAN)
untuk menghubungkan komputer secara geografis yang berbeda atas sistem
multiprotocol router. Pada tahun 1990 , Pada tahun 1990, manajemen Cisco
memecat istrinya Sandy Lerner, dan Bosack mengundurkan diri. Bosack saat ini
menjadi CEO XKL LLC, sebuah perusahaan rekayasa yang didanai swasta yang
membahas dan mengembangkan jaringan optik untuk komunikasi data.
Lahir di Pennsylvania
pada tahun 1952 dari keluarga Katolik Polandia, Leonard Bosack lulus dari
Perguruan Tinggi La Salle pada tahun 1969. Pada tahun 1973, Bosack lulus dari
Universitas Wharton School di Pennsylvania, dan bergabung dengan DEC sebagai
Hardware Engineer. Pada tahun 1979 ia diterima di Stanford University, dan
mulai belajar ilmu komputer. Selama waktunya di Stanford, ia ditawarkan untuk menjadi
support engineer, untuk menyelesaikan proyek 1981 yang menghubungkan semua
Stanford’s mainframes, minis, mesin LISP dan Altos. Kemudian bertemu istrinya
Sandra Lerner di Stanford, di mana ia adalah manajer laboratorium Business
School, dan pasangan ini menikah pada tahun 1980. Bekerja sama pada tahun 1984
mereka mulai mendirikan Cisco di Menlo Park.
Pada tahun 1984,
Leonard Bosack mendirikan Cisco dengan tujuan mengkomersilkan Advanced Gateway
Server. Advanced Gateway Server adalah versi revisi dari router Stanford
dibangun oleh William Yeager dan Andy Bechtolsheim. Bosack dan Lerner merancang
dan membuat router di rumah mereka dan bereksperimen menggunakan jaringan
Stanford. Awalnya, Bosack dan Lerner pergi ke Stanford dengan proposisi untuk
mulai membangun dan menjual router, tapi sekolah menolaknya. Saat itulah mereka mendirikan
perusahaan mereka sendiri dan menamakannya "Cisco", diambil dari nama
kota di utara.
Produk Cisco dikembangkan di garasi
mereka menjual awal tahun 1986 dari mulut ke mulut.
Pada bulan pertama,
Cisco mampu mendarat kontrak senilai lebih dari $ 200.000. Perusahaan ini
memproduksi teknologi revolusioner seperti multiport router-specific line cards
dan protokol routing yang canggih, dan mereka mendominasi pasar saat itu. Cisco go public pada tahun
1990, tahun yang sama bahwa Bosack mengundurkan diri. Bosack dan Lerner
berjalan menjauh dari Cisco dengan membawa $ 170.000.000 setelah dipaksa keluar
oleh manajer profesional pemodal ventura perusahaan yang membawahinya. Pada
tahun 1996, pendapatan Cisco sebesar $ 5400000000, sehingga salah satu kisah
sukses terbesar di Silicon Valley. Pada tahun 1998, perusahaan ini bernilai
lebih dari $ 6 miliar dan dikendalikan lebih dari tiga perempat dari bisnis
router.
Seiring dengan
co-founding Cisco Systems, Bosack sebagian besar bertanggung jawab untuk
pertama merintis komersialisasi luas jaringan area lokal (LAN). Dia dan sesama
anggota staf di Stanford yang berhasil menghubungkan 5.000 komputer di
universitas pada 16 mil persegi (41 km2) area kampus. Kontribusi ini sangat
penting dalam konteksnya, karena pada waktu itu, teknologi seperti itu yang
menggunakan LAN tidak pernah terdengar. Tantangan mereka telah mengatasi
masalah ketidak cocokan, dalam rangka menciptakan sistem pertama LAN yang benar.
Leonard Bosack juga
memegang peran kepemimpinan teknis yang signifikan di AT & T Bell Labs dan
Digital Equipment Corporation. Setelah mendapatkan gelar Master dalam ilmu
komputer dari Stanford University, ia menjadi Direktur Fasilitas Komputer untuk
Departemen universitas jurusan Ilmu Komputer. Ia menjadi kontributor kunci
untuk teknologi jaringan yang muncul didorong oleh Departemen Pertahanan
Amerika Serikat (ARPAnet), yang merupakan awal dari Internet hari ini.
Kemajuan teknologi
Bosack yang terbaru termasuk ciptaannya sistem baru in-line amplifikasi serat
optik yang mampu mencapai transmisi data kecepatan latency belum pernah terjadi
sebelumnya dari 6,071 milidetik (serat ditambah peralatan latency) lebih 1.231
kilometer dari serat, yang kira-kira jarak antara Chicago dan New York City.
Bosack terinspirasi oleh keyakinannya
bahwa dengan memanfaatkan ilmu fisika, komponen serat optik dengan kecepatan
transmisi data dapat ditingkatkan dengan perangkat yang menggunakan daya yang
lebih kecil, sedikit ruang dan membutuhkan pendingin.
Sumber
:
·
En.wikipedia.org/wiki/Leonard_bosack
·
achmad.glcnetworks.com/2014/06/30/apa-itu-network-engineer
Selasa, 28 April 2015
Teknik-Teknik Estimasi
Ada tiga teknik yang digunakan
untuk melakukan estimasi, yaitu :
1. Keputusan Profesional
Katakanlah
bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat
program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan
merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan
untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5
menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi
berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut Keputusan
Profesional murni.
Keuntungan dari
teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka
estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah
bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan
beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang
tepat.
2. Sejarah
Jalan keluar
dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu
anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing
tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.
Anda dapat
membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang
dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini
dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang
biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.
3. Rumus-rumus
Ada beberapa
rumus yang digunakan dalam software estimasi. Software yang baik untuk
diketahui adalah COCOMO (Referensi 15). COCOMO dapat digunakan untuk
memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf
untuk masing-masing fase berikut ini :
1. Preliminary
Design - our Analysis Phase
2. Detailed
Design (DD) - our Design Phase
3. Code
and Unit Tes (CUT) - same as ours
4.
System Test - our System Test and Acceptance
Phase
referensi ; http://liapsa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/34825/bab13.pdf
Pengertian Estimasi
Apakah yang dimaksud dengan 'estimasi'? Carilah satu contoh yang
berhubungan dengan estimasi
Estimasi merupakan sebuah proses
pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase
definisi, yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu
dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase
analisis direncanakan ulang, anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana
pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.
Contohnya :
Estimasi Proyek Perangkat Lunak
Estimasi biaya dan usaha
perangkat lunak tidak akan pernah menjadi ilmu pasti. Variabel yang terlalu
banyak, manusia, teknik, lingkungan, politik dapat mempengaruhi biaya dan usaha
akhir yang diaplikasikan untuk mengembangkannya.
Ada sejumlah pilihan untuk
mencapai estimasi biaya dan usaha yang dapat dipertanggungjawabkan :
-Menunda estimasi sampai akhir
proyek (estimasi akurat 100% bila proyek sudah selesai)
-mendasarkan estimasi pada
proyek-proyek yang mirip yang sudah dilakukan sebelumnya.
-menggunkana “teknik dekomposisi”
yang relatif sederhana untuk melakukan estimasi biaya dan usaha proyek.
-menggunakan satu atau lebih
model empiis bagi estimasi usaha dan biaya PL
Perkiraan Biaya
-Ruang Lingkup proyek harus
didefinisikan secara eksplisit
-Tugas dan atau dekomposisi
fungsional diperlukan
-Pengukuran historis sangat
membantu
-Paling sedikit harus digunakan
dua teknik berbeda
-Harus diingat bahwa
ketidakpastian adalah hal yang tidak dapat dipidahkan (dari proyek PL).
Akurasi Estimasi perangkat lunak
ditentukan oleh:
-Ukuran yang diperkirakan dari
produk.
-Kemampuan untuk menterjemahkan
ukuran ke satuan usaha, waktu dan anggaran.
-Kemampuan tim menyesuaikan
dengan rencana proyek.
-Stabilitas kebutuhan dan
lingkungan.
Secara ideal, teknik yang ditulis
untuk masing-masing pilihan harus diaplikasi secara berpasangan, masing-masing
digunakan sebagai cross check bagi yang lain. Pada estimasi proyek PL, teknik
dekomposisi mengambil cara “membagi dan mengalahkan.”
Model estimasi empiris dapat
digunakan untuk melengkapi teknik dekomposisi serta menawarkan pendekatan
estimasi yang secara potensial berharga. Model berbasis pengalaman dan
berbentuk :
D = f(vi)
Dimana d adalah satu dari
sejumlah harga estimasi (contoh usaha, biaya, durasi proyek) dan vi adalah
parameter independen yang dipilih (seperti LOC dan FP yang diestimasi). Peranti
estimasi otomatis mengimplementasi satu atau lebih teknik dekomposisi atau
model empiris.
refrensi:http://liapsa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/34825/bab13.pdf
http://pemogramanajip.blogspot.com/2012/10/perencanaan-proyek-perangkat-lunak.html
Minggu, 19 April 2015
Perbedaan Transfer Online, SKNBI ( Kliring ) dan RTGS
Mentransfer uang di Indonesia
bukanlah perkara yang sangat mudah, murah dan cepat seperti yang dibayangkan.
Hal ini berlaku bagi mereka yang mentransfer dari bank yang satu ke bank yang
lainnya. Misalnya saja, mentransfer uang dari Bank Mandiri ke Bank BNI, via ATM
akan jauh sangat lebih mudah karena kedua bank tersebut tergabung dalam satu
link bernama ATM Bersama. Lain halnya jika Anda berniat mentransfer dari Bank
Mandiri ke Bank BCA lewat m-banking,i-banking atau sms banking.
Bagi pengguna / user internet
banking yang akan melakukan transfer dana pada menu transfer antar bank, tentu
melihat ada 3 sub menu yang muncul ketika tombol poinnya di collapse yaitu,
Transfer Online, SKNBI(Kliring), dan RTGS. Lalu apa sih sebenarnya arti dari
istilah-istilah tersebut dan apa saja perbedaan dari ketiganya.
Perbedaan Transfer Online,
Kliring, dan RTGS pada internet banking BNI dari sisi waktu pengiriman dan
biaya transfernya seperti berikut ini :
· Transfer online digunakan untuk melakukan
transfer dari Bank Mandiri ke rekening bank yang tergabung dalam anggota ATM
Bersama, seperti Bank BRI, CIMB Niaga, OCBC NISP, Permata Bank, Standard
Chartered, BRI Syariah, HSBC, Citibank, Danamon, BII, Commonwealth, Bukopin,
Bank Mega, Panin, BTN, termasuk juga bank-bank daerah (BJB, Jatim, dll). Total
ada 79 bank. dan juga BCA yang termasuk dalam jaringan ATM Prima.
Karena sistem antar bank nya terintegrasi, waktu
transfer untuk sampai ke rekening tujuan adalah realtime online, atau langsung
masuk saat itu juga.
Biaya transfer Rp 6500 dan batas transaksi maksimal Rp 25juta per-hari (tergantung Jenis Kartu )
· Kliring (juga disebut LLG atau SKNBI) digunakan
untuk transfer ke semua rekening bank nasional, termasuk Jaringan ATM Prima
(BCA salah satunya) dan Jaringan ATM Bersama.
Waktu transfer 1 hari kerja, tapi menurut pengalaman
bisa hanya dalam satu hari jika transfernya pagi hari.
Biaya transfer Rp 5000 dan batas transaksi
maksimal Rp.99.999.999 per-hari ( E Channel)
dan Rp.500.000.000 Di Teller.
dan Rp.500.000.000 Di Teller.
· RTGS (Real-Time Gross Settlement) sama seperti
kliring, namun waktu pengiriman lebih cepat sampai, sekitar 1-3 jam di hari
yang sama setelah transfer. Berdasar pengalaman malah pernah di hari berikutnya
dana baru terkirim ke rekening tujuan. Biaya transfer Rp. 35.000 dan Minimum Transfer Rp 100.000.000,-
Sabtu, 27 Desember 2014
Penerapan E-Government di Kota Tangerang
Berada dalam
arus gencarnya globalisasi, demokratisasi dan perkembangan teknologi komunikasi
dan informasi (ICT) tidak dapat melepaskan kita dari tuntutan penerapan
teknologi. Hal ini juga pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan
layanan pemerintahan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka salah satu upaya
peningkatan layanan tersebut adalah dengan implementasi electronic
government (e-government).
Esensi dari implementasi E-government (e-gov) adalah proses pemanfaatan
teknologi informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan
secara lebih efisien. Dari pengertian tersebut tersirat bahwa terdapat dua
acuan dalam implementasi e-gov yaitu :
1. Penggunaan
teknologi informasi (salah satunya internet) sebagai alat bantu
2. Digunakan
bertujuan agar pemerintahan dapat berjalan lebih efisien.
Kendati
demikian, e-gov tidak serta merta mengganti pola komunikasi pemerintah dalam
berhubungan dengan masyarakat. Dalam konsep e-gov, masyarakat masih bisa
berhubungan dengan pos-pos pelayanan, berbicara melalui telepon untuk
mendapatkan pelayanan pemerintah, atau mengirim surat. Sehingga e-gov pada
hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan arus hubungan antara pemerintah dan
pihak-pihak lain dengan menggunakan alat bantu yang berbasis elektronik dalam
rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien.
E-government dapat digolongkan
dalam empat tingkatan sebagai berikut :
1. Tingkat
pertama adalah pemerintah mempublikasikan informasi melalui website.
2. Tingkat
kedua adalah adanya interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui
e-mail atau komunikasi elektronik lainnya.
3. Tingkat
ketiga adalah masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor
pemerintahan secara timbal balik.
4. Level
terakhir adalah integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana masyarakat
dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah
mempunyai pemakaian data base bersama.
Lalu dimanakah posisi posisi Kota
Tangerang ?
Menurut
pengamatan kami, penerapan e-gov di Pemerintah Kota Tangerang masih pada Tahap
Kedua walaupun beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah mulai masuk
pada tahap ketiga. Hal ini ditandai dengan adanya Website Pemerintah Kota
Tangerang yang didalamnya terdapat informasi dan adanya buku tamu yang dapat
dijadikan sarana komunikasi masyarakat. Memang belum bersifat "live
chat", namun hal ini menunjukkan bahwa ada komitmen dari Pemerintah Kota
Tangerang untuk membuka ruang komunikasi. Dari segi kuantitas informasi,
website yang ada belum dapat menyampaikan informasi yang komprehensif dari
setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kota
Tangerang. Informasi yang tersedia hanya bersifat "common
informations" yang belum menyentuh pada kebutuhan layanan masyarakat. Kami
melihat hal ini terjadi karena kurangnya kontribusi informasi yang signifikan
dari setiap SKPD.
Salah satu SKPD
yang telah memasuki tahap ketiga adalah Badan Kepegawaian Pendidikan dan
Pelatihan Kota Tangerang. SKPD ini telah memiliki situs tersendiri namun
linknya dapat diakses dari situs Pemerintah Kota Tangerang. Dalam Situs ini
terdapat informasi seputar kepegawaian yang mungkin berguna bagi para pegawai
dilingkungan Pemerintah Kota Tangerang serta masyarakat secara umum.
Dalam situs
tersebut telah ada fasilitas layanan komunikasi yang digunakan untuk layanan
konsultasi kepegawaian serta pendaftaran CPNS online. Layanan konsultasi
kepegawaian dilaksanakan melalui sarana buku tamu, email maupun melalui
"live chat" yang disediakan dengan menggunakan aplikasi yahoo
messenger. Sedangkan layanan Pendaftaran CPNS Online dibangun dengan bahasa
pemrograman PHP dan data base MySql.
Lalu bagaimana untuk menuju ke
tahap selanjutnya ?
Disebutkan bahwa
tahap keempat atau tahap terakhir adalah integrasi di seluruh kantor
pemerintahan, di mana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh
kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.
Untuk mencapai hal
ini, tentu saja SKPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Tangerang harus
dirangsang untuk mulai membangun layanan transaksi dengan masyarakat secara
elektronik dengan basis data dan aplikasi yang terkoordinasi.
Dengan adanya
koordinasi tersebut, diharapkan SKPD yang tengah membangun aplikasi,
menggunakan flatform dan database yang sama sehingga dapat diintegrasikan.
Proses tersebut tentu saja harus didukung dengan kesiapan SKPD pengkoordinasi
untuk menyediakan sarana yang dibutuhkan. Tentu saja ini bukan hal yang mudah.
Tapi apakah kita akan berhenti mencoba?
Sumber : http://www.tangerangkota.go.id/e-gov-di-pemerintah-kota-tangerang
OPEN SOURCE GATEWAY INITIATIVE (OSGI)
The OSGi Alliance
(sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif,
sekarang nama kuno) adalah terbuka organisasi standar yang didirikan pada Maret
1999. Aliansi dan anggota-anggotanya telah ditentukan yang Java berbasis
layanan platform yang dapat dikelola dari jarak jauhInti bagian dari
spesifikasi adalah sebuah kerangka kerja yang mendefinisikan suatu manajemen
siklus hidup aplikasi model, layanan registry, sebuah lingkungan Eksekusi dan
Modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGi layers, API,
dan Jasa telah ditetapkan.
OSGi teknologi adalah
sistem modul dinamis untuk Java ™
OSGi teknologi
menyediakan layanan berorientasi, komponen berbasis lingkungan untuk para
pengembang dan menawarkan cara-cara standar untuk mengelola siklus hidup
perangkat lunak. Kemampuan ini sangat meningkatkan nilai berbagai komputer dan
perangkat yang menggunakan platform Java.
Pengadopsi teknologi OSGi manfaat
dari peningkatan waktu ke pasar dan mengurangi biaya pengembangan karena
teknologi OSGi menyediakan integrasi pra-dibangun dan
pra-komponen subsistem diuji. Teknologi ini juga mengurangi biaya pemeliharaan
dan kemajuan aftermarket baru peluang unik karena jaringan dapat dimanfaatkan
untuk secara dinamis mengupdate atau memberikan layanan dan aplikasi di
lapangan.
Spesifikasi:
OSGi spesifikasi yang
dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum
secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi OSGi. OSGi
Allianceyang memiliki kepatuhan program yang hanya terbuka untuk anggota.
Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGi implementasi berisi lima entri.
Arsitektur:
Setiap kerangka yang menerapkan
standar OSGi menyediakan suatu lingkungan untuk modularisasi
aplikasi ke dalam kumpulan yang lebih kecil. Setiap bundel adalah erat-coupled,
dynamically loadable kelas koleksi, botol, dan file-file konfigurasi yang
secara eksplisit menyatakan dependensi eksternal mereka (jika ada).
Kerangka kerja konseptual yang dibagi dalam bidang-bidang berikut:
- Bundles
Bundles adalah normal jar komponen dengan nyata tambahan header - Services
Layanan yang menghubungkan lapisan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan menerbitkan-menemukan-model mengikat Jawa lama untuk menikmati objek (POJO). - Services
API untuk jasa manajemen (ServiceRegistration, ServiceTracker dan ServiceReference). - Life-Cycle
API untuk manajemen siklus hidup untuk (instal, start, stop, update, dan uninstall) bundel. - Modules
Lapisan yang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode). - Security
Layer yang menangani aspek keamanan dengan membatasi fungsionalitas bundel untuk pra-didefinisikan kemampuan. - Execution Environment
Mendefinisikan
metode dan kelas apa yang tersedia dalam platform tertentuTidak ada daftar
tetap eksekusi lingkungan, karena dapat berubah sebagai Java Community Process
menciptakan versi baru dan edisi Jawa. Namun, set berikut saat ini didukung
oleh sebagian besar OSGi implementasi:
• CDC-1.1/Foundation-1.1
CDC-1.1/Foundation-1.1
• OSGi/Minimum-1.0 OSGi/Minimum-1.0
• OSGi/Minimum-1.1 OSGi/Minimum-1.1
• JRE-1.1 JRE-1.1
• From J2SE-1.2 up to J2SE-1.6 Dari J2SE-1.2
hingga J2SE-1,6
• CDC-1.0/Foundation-1.0
CDC-1.0/Foundation-1.0
Sumber : https://bluewarrior.wordpress.com/2009/12/01/open-services-gateway-initiative-osgi/
Langganan:
Postingan (Atom)


