Pages

Kamis, 09 Juli 2015

Jelaskan tugas masing-masing anggota tim proyek

1. Manajer Proyek (Project Manager)
Tugas dari manajer proyek:
·         mengintegrasikan beberapa kegiatan yang berbeda untuk mencapai tujuan tertentu.
·         mengambil keputusan yang menjadi wewenangnya, antara lain mengenai realokasi sumber daya, mengubah lingkup proyek, menyeimbangkan kriteria biaya, jadwal dan performansi.
·         Merencanakan kegiatan-kegiatan dalam proyek, tugas-tugas dan hasil akhir, termasuk pemecahan pekerjaan, penjadwalan dan anggaran.
·         Mengorganisasikan, memilih dan menempatkan orang-orang dalam tim proyek. Mengorganisasikan dan mengalokasikan sumber daya.
·         Memonitor status proyek.
2. Pimpinan Proyek (Project Leader)
Tugas dari pimpinan proyek :
·         Menjadi pengawas harian bagia programmer.
·         Memimpin keseluruhan wawancara dengan user.
3. Programmer
Tugas dari programmer adalah :
·         Membuat aplikasi sesuai dengan persetujuan kontrak.
·         Melakukan pengujian terhadap aplikasi yang akan digunakan.
·         Bertanggung jawab atas aplikasi yang sudah dibuat.
4. Programmer Ahli (The Guru Programmer)
Programmer Ahli atau “Hacker” bekerja secara misterius, pada jam-jam yang aneh; suka menentang dan tidak mau diatur, hanya ingin mengerjakan tugas sesuai dengan keinginanya. Tetapi ahli dalam bidangnya, dapat membuat program tugas-tugas yang rumit 10 kali lebih cepat dari orang lain.
5. Programmer Pemula (The Junior Programmer)Programmer pemula biasanya memiliki bakat dan mempunyai keinginan untuk membuktikan diri mereka. Ada dua keahlian, bagaimanapun itu tidak selalu diajarkan di sekolah : komunikasi tim dan komunikasi manajemen.

source:http://wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.25

Apa saja yang perlu diperhatikan pada saat memilih anggota tim proyek

1.Analisis Pekerjaan
Pekerjaan merupakan komponen dasar bagi struktur organisasi dan merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi. Analisis pekerjaan merupakan suatu proses untuk menentukan isi suatu pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat dijelaskan kepada orang lain.
2. Rekrutmen, Seleksi dan Orientasi
Secara umum dapat diutarakan, tenaga kerja yang diperlukan proyek dapat diperoleh dari salah satu atau beberapa sumber, yaitu :
Induk atau anak perusahaan (apabila proyek dimiliki oleh kelompok perusahaan),
Daerah sekitar lokasi dan tempat proyek,
Sumber tenaga kerja nasional,
Sumber tenaga kerja internasional-individual expert, subcontracting, technical assistances, management assistances.
3. Produktivitas
Secara umum yang banyak didapat dalam buku-buku teks, produktivitas mengandug arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
4. Pelatihan dan Pengembangan
Program latihan dan pengembangan bertujuan untuk menutupi gap antara kecakapan karyawan dan permintaan jabatan, selain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja.
5. Prestasi Kerja
Hasil penilaian prestasi kerja (performance appraisal)karyawan dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.
6. Kompensasi
Cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi. Kompensasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.
7. Perencanaan Karier
Dapat dilihat bahwa konsep dasar perencanaan karier seseorang, adalah :
Karier sebagai suatu urutan promosi atau transfer ke jabatan-jabatan yang lebih besar tanggung jawabnya atau ke lokasi-lokasi yang lebih baik selama kehidupan kerja seseorang.
Karier sebagai petunjuk pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas (membentuk satu jalur karier).

Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja.


source:http://bondsbrother.blogspot.com/2014/06/v-class-ke-2-pengelolaan-proyek-sistem.html

Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan Rencana Penerimaan

Daftar Pengecekan Rencana Penerimaan (The Acceptance Test Plan Cheklis)

·       Hasilkan  Fungsi    Tabel  Percobaan  dan  semua  FS  yang dijanjikan telah dialamatkan.
·       Definiskan percobaan dan kumpulan percobaan.
·       Tetapkan tanggung jawab untuk menulis percobaan.
·     Klien dan  Tim  proyek  mengetahui  bahwa  ATP  akan  ditinjau kembali,  direvisi  jika  perlu,  dan  ditandatangani  oleh    Klien mengetahui  bahwa  keberhasilan  penyelesaian  dari  percobaan akan mempengaruhi penerimaan sistem. Lihat bentuk contoh ATP pada bagian 10 di Appendix A.

·    Tanggung jawab  untuk  percobaan  data  telah    Data untuk percobaan seharusnya disediakan oleh tim proyek dan juga user.  Jika  user  dapat  menyediakan  data  yang  sesuai  dengan keadaan  yang  sebenarnya,  percobaan  terhadap  sistem  akan berjalan  dengan  baik,  ditambah  user  akan  merasa  nyaman dengan keakuratan percobaannya.

Pentingnya dilakukan tes penerimaan terhadap sistem

Pentingnya Tes penerimaan terhadap sistemyang dibuat agar tim proyek mendapatkan pernyataan tertulis dari user bahwa produk (dalam hal ini sistem) yang dikirim sesuai dengan yang dijanjikan, dan tim proyek dapat mengetahui apabila terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan perjanjian/masih ada yag kurang sesuai, tim proyek akan memperbaiki kekurangan dan kesalahan tersebut.

Selasa, 16 Juni 2015

Network Engineer


Network engineer bertanggungjawab untuk memasang dan mendukung komunikasi jaringan komputer dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan operasi yang lancar dari jaringan komunikasi untuk menyediakan performance yang maksimum dan ketersediaan untuk user (staff, client, customer, supplier, dan lain-lain).
Network engineer bekerja secara internal sebagai bagian dari tim pendukung IT di organisasi atau secara eksternal sebagai bagian dari perusahaan konsultansi networking dengan beberapa client.
Profesi network engineer adalah salah satu profesi yang cukup diminati karena salah satu profesi IT dengan panghasilan yang lumayan. Jenjang karir profesi ini cukup jelas dan umumnya IT management dijabat oleh orang-orang yang berlatar belakang profesi ini. Profesional di bidang ini umumnya memegang sertifikat CCNA, CCNP ataupun CCIE. Dengan memegang sertifikat ini, skill mereka dapat diakui secara internasional dan lebih memudahkan dalam memperoleh pekerjaan di negeri seberang.

Tugas:
1.      Melakukan monitoring traffic user
2.      Melakukan troubleshooting
3.      Membuat planning & topologi jaringan supaya mudah dalam troubleshooting. misal alokasi IP address, VLAN, routing, dll
4.      Mengaplikasikan keamanan jaringan. misal membuat aturan firewall (memblok akses ke network tertentu, website tertentu, dll)
5.      Membuat bandwidth management.
6.      Remote support atau on-site support.

Keahlian yang Diperlukan:
1.      Menguasai konsep dasar mengenai jaringan seperti topologi, protokol-protokol komunikasi, standar-standar networking, media komunikasi data dan keamanan jaringan baik LAN maupun WAN
2.      Menguasai konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
3.      Menguasai desain, instalasi dan terminasi media jaringan seperti kabel tembaga/UTP, fiber optic, Wireless communication dll
4.      Menguasai setting, pemanfaatan dan troubleshooting perangkat jaringan seperti router, switch, firewall, proxy, modem dll
5.      Memahami instalasi dan setting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver dll
6.      Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / sistem


TOKOH NETWORK ENGINEER

Leonard bosack ( CEO CISCO )
Leonard bosack ( lahir tahun 1952 ) bersama dengan mantan istrinya lerner, jabatannya co-founder dari Cisco Systems Sebuah perusahaan multinasional american-based yang mendesain dan menjual barang elektronik, dan jaringan teknologi komunikasi.
Dia juga telah mendapatkan penghargaan the Computer Entrepreneur Award in 2009 untuk co-founding cisco system untuk sistem dan perintis juga memajukan komersialisasi teknologi routing dan memberikan dampak perubahan yang besar dalam industri komputer.
Dia sebagian besar bertanggung jawab untuk merintis komersialisasi luas teknologi Local Area Network(LAN) untuk menghubungkan komputer secara geografis yang berbeda atas sistem multiprotocol router. Pada tahun 1990 , Pada tahun 1990, manajemen Cisco memecat istrinya Sandy Lerner, dan Bosack mengundurkan diri. Bosack saat ini menjadi CEO XKL LLC, sebuah perusahaan rekayasa yang didanai swasta yang membahas dan mengembangkan jaringan optik untuk komunikasi data.
Lahir di Pennsylvania pada tahun 1952 dari keluarga Katolik Polandia, Leonard Bosack lulus dari Perguruan Tinggi La Salle pada tahun 1969. Pada tahun 1973, Bosack lulus dari Universitas Wharton School di Pennsylvania, dan bergabung dengan DEC sebagai Hardware Engineer. Pada tahun 1979 ia diterima di Stanford University, dan mulai belajar ilmu komputer. Selama waktunya di Stanford, ia ditawarkan untuk menjadi support engineer, untuk menyelesaikan proyek 1981 yang menghubungkan semua Stanford’s mainframes, minis, mesin LISP dan Altos. Kemudian bertemu istrinya Sandra Lerner di Stanford, di mana ia adalah manajer laboratorium Business School, dan pasangan ini menikah pada tahun 1980. Bekerja sama pada tahun 1984 mereka mulai mendirikan Cisco di Menlo Park.
Pada tahun 1984, Leonard Bosack mendirikan Cisco dengan tujuan mengkomersilkan Advanced Gateway Server. Advanced Gateway Server adalah versi revisi dari router Stanford dibangun oleh William Yeager dan Andy Bechtolsheim. Bosack dan Lerner merancang dan membuat router di rumah mereka dan bereksperimen menggunakan jaringan Stanford. Awalnya, Bosack dan Lerner pergi ke Stanford dengan proposisi untuk mulai membangun dan menjual router, tapi sekolah  menolaknya. Saat itulah mereka mendirikan perusahaan mereka sendiri dan menamakannya "Cisco", diambil dari nama kota di utara.
Produk Cisco dikembangkan di garasi mereka menjual awal tahun 1986 dari mulut ke mulut.
Pada bulan pertama, Cisco mampu mendarat kontrak senilai lebih dari $ 200.000. Perusahaan ini memproduksi teknologi revolusioner seperti multiport router-specific line cards dan protokol routing yang canggih, dan mereka mendominasi  pasar saat itu. Cisco go public pada tahun 1990, tahun yang sama bahwa Bosack mengundurkan diri. Bosack dan Lerner berjalan menjauh dari Cisco dengan membawa $ 170.000.000 setelah dipaksa keluar oleh manajer profesional pemodal ventura perusahaan yang membawahinya. Pada tahun 1996, pendapatan Cisco sebesar $ 5400000000, sehingga salah satu kisah sukses terbesar di Silicon Valley. Pada tahun 1998, perusahaan ini bernilai lebih dari $ 6 miliar dan dikendalikan lebih dari tiga perempat dari bisnis router.
Seiring dengan co-founding Cisco Systems, Bosack sebagian besar bertanggung jawab untuk pertama merintis komersialisasi luas jaringan area lokal (LAN). Dia dan sesama anggota staf di Stanford yang berhasil menghubungkan 5.000 komputer di universitas pada 16 mil persegi (41 km2) area kampus. Kontribusi ini sangat penting dalam konteksnya, karena pada waktu itu, teknologi seperti itu yang menggunakan LAN tidak pernah terdengar. Tantangan mereka telah mengatasi masalah ketidak cocokan, dalam rangka menciptakan sistem pertama LAN yang benar.
Leonard Bosack juga memegang peran kepemimpinan teknis yang signifikan di AT & T Bell Labs dan Digital Equipment Corporation. Setelah mendapatkan gelar Master dalam ilmu komputer dari Stanford University, ia menjadi Direktur Fasilitas Komputer untuk Departemen universitas jurusan Ilmu Komputer. Ia menjadi kontributor kunci untuk teknologi jaringan yang muncul didorong oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (ARPAnet), yang merupakan awal dari Internet hari ini.
Kemajuan teknologi Bosack yang terbaru termasuk ciptaannya sistem baru in-line amplifikasi serat optik yang mampu mencapai transmisi data kecepatan latency belum pernah terjadi sebelumnya dari 6,071 milidetik (serat ditambah peralatan latency) lebih 1.231 kilometer dari serat, yang kira-kira jarak antara Chicago dan New York City.
Bosack terinspirasi oleh keyakinannya bahwa dengan memanfaatkan ilmu fisika, komponen serat optik dengan kecepatan transmisi data dapat ditingkatkan dengan perangkat yang menggunakan daya yang lebih kecil, sedikit ruang dan membutuhkan pendingin.



Sumber :
·         En.wikipedia.org/wiki/Leonard_bosack
·         cisco community

·         achmad.glcnetworks.com/2014/06/30/apa-itu-network-engineer

Selasa, 28 April 2015

Teknik-Teknik Estimasi


Ada tiga teknik yang digunakan untuk melakukan estimasi, yaitu :
1. Keputusan Profesional
Katakanlah bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut Keputusan Profesional murni.
Keuntungan dari teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat.
2. Sejarah
Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.
Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.
3. Rumus-rumus
Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Software yang baik untuk diketahui adalah COCOMO (Referensi 15). COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf untuk masing-masing fase berikut ini :

1.       Preliminary Design - our Analysis Phase
2.       Detailed Design (DD) - our Design Phase
3.       Code and Unit Tes (CUT) - same as ours
4.       System Test - our System Test and Acceptance Phase

referensi ; http://liapsa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/34825/bab13.pdf

Pengertian Estimasi

Apakah yang dimaksud dengan 'estimasi'? Carilah satu contoh yang berhubungan dengan estimasi

Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase analisis direncanakan ulang, anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.

Contohnya :

Estimasi Proyek Perangkat Lunak
Estimasi biaya dan usaha perangkat lunak tidak akan pernah menjadi ilmu pasti. Variabel yang terlalu banyak, manusia, teknik, lingkungan, politik dapat mempengaruhi biaya dan usaha akhir yang diaplikasikan untuk mengembangkannya.
Ada sejumlah pilihan untuk mencapai estimasi biaya dan usaha yang dapat dipertanggungjawabkan :
-Menunda estimasi sampai akhir proyek (estimasi akurat 100% bila proyek sudah selesai)
-mendasarkan estimasi pada proyek-proyek yang mirip yang sudah dilakukan sebelumnya.
-menggunkana “teknik dekomposisi” yang relatif sederhana untuk melakukan estimasi biaya dan usaha proyek.
-menggunakan satu atau lebih model empiis bagi estimasi usaha dan biaya PL
Perkiraan Biaya
-Ruang Lingkup proyek harus didefinisikan secara eksplisit
-Tugas dan atau dekomposisi fungsional diperlukan
-Pengukuran historis sangat membantu
-Paling sedikit harus digunakan dua teknik berbeda
-Harus diingat bahwa ketidakpastian adalah hal yang tidak dapat dipidahkan (dari proyek PL).
Akurasi Estimasi perangkat lunak ditentukan oleh:
-Ukuran yang diperkirakan dari produk.
-Kemampuan untuk menterjemahkan ukuran ke satuan usaha, waktu dan anggaran.
-Kemampuan tim menyesuaikan dengan rencana proyek.
-Stabilitas kebutuhan dan lingkungan.

Secara ideal, teknik yang ditulis untuk masing-masing pilihan harus diaplikasi secara berpasangan, masing-masing digunakan sebagai cross check bagi yang lain. Pada estimasi proyek PL, teknik dekomposisi mengambil cara “membagi dan mengalahkan.”
Model estimasi empiris dapat digunakan untuk melengkapi teknik dekomposisi serta menawarkan pendekatan estimasi yang secara potensial berharga. Model berbasis pengalaman dan berbentuk :
D = f(vi)

Dimana d adalah satu dari sejumlah harga estimasi (contoh usaha, biaya, durasi proyek) dan vi adalah parameter independen yang dipilih (seperti LOC dan FP yang diestimasi). Peranti estimasi otomatis mengimplementasi satu atau lebih teknik dekomposisi atau model empiris.

refrensi:http://liapsa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/34825/bab13.pdf
http://pemogramanajip.blogspot.com/2012/10/perencanaan-proyek-perangkat-lunak.html

Minggu, 19 April 2015

Perbedaan Transfer Online, SKNBI ( Kliring ) dan RTGS

Mentransfer uang di Indonesia bukanlah perkara yang sangat mudah, murah dan cepat seperti yang dibayangkan. Hal ini berlaku bagi mereka yang mentransfer dari bank yang satu ke bank yang lainnya. Misalnya saja, mentransfer uang dari Bank Mandiri ke Bank BNI, via ATM akan jauh sangat lebih mudah karena kedua bank tersebut tergabung dalam satu link bernama ATM Bersama. Lain halnya jika Anda berniat mentransfer dari Bank Mandiri ke Bank BCA lewat m-banking,i-banking atau sms banking.

Bagi pengguna / user internet banking yang akan melakukan transfer dana pada menu transfer antar bank, tentu melihat ada 3 sub menu yang muncul ketika tombol poinnya di collapse yaitu, Transfer Online, SKNBI(Kliring), dan RTGS. Lalu apa sih sebenarnya arti dari istilah-istilah tersebut dan apa saja perbedaan dari ketiganya.

Perbedaan Transfer Online, Kliring, dan RTGS pada internet banking BNI dari sisi waktu pengiriman dan biaya transfernya seperti berikut ini :

·     Transfer online digunakan untuk melakukan transfer dari Bank Mandiri ke rekening bank yang tergabung dalam anggota ATM Bersama, seperti Bank BRI, CIMB Niaga, OCBC NISP, Permata Bank, Standard Chartered, BRI Syariah, HSBC, Citibank, Danamon, BII, Commonwealth, Bukopin, Bank Mega, Panin, BTN, termasuk juga bank-bank daerah (BJB, Jatim, dll). Total ada 79 bank. dan juga BCA yang termasuk dalam jaringan ATM Prima.
Karena sistem antar bank nya terintegrasi, waktu transfer untuk sampai ke rekening tujuan adalah realtime online, atau langsung masuk saat itu juga.
Biaya transfer Rp 6500  dan batas transaksi maksimal Rp 25juta per-hari (tergantung Jenis Kartu )

·     Kliring (juga disebut LLG atau SKNBI) digunakan untuk transfer ke semua rekening bank nasional, termasuk Jaringan ATM Prima (BCA salah satunya) dan Jaringan ATM Bersama.
Waktu transfer 1 hari kerja, tapi menurut pengalaman bisa hanya dalam satu hari jika transfernya pagi hari.
Biaya transfer Rp 5000 dan batas transaksi maksimal  Rp.99.999.999 per-hari ( E Channel)
dan Rp.500.000.000 Di Teller.

·      RTGS (Real-Time Gross Settlement) sama seperti kliring, namun waktu pengiriman lebih cepat sampai, sekitar 1-3 jam di hari yang sama setelah transfer. Berdasar pengalaman malah pernah di hari berikutnya dana baru terkirim ke rekening tujuan. Biaya transfer Rp. 35.000 dan Minimum Transfer Rp 100.000.000,-

Sabtu, 27 Desember 2014

Penerapan E-Government di Kota Tangerang

Berada dalam arus gencarnya globalisasi, demokratisasi dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) tidak dapat melepaskan kita dari tuntutan penerapan teknologi. Hal ini juga pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan layanan pemerintahan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka salah satu upaya peningkatan layanan tersebut adalah dengan implementasi electronic government (e-government).
            Esensi dari implementasi E-government (e-gov) adalah proses pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan secara lebih efisien. Dari pengertian tersebut tersirat bahwa terdapat dua acuan dalam  implementasi e-gov yaitu :
1.    Penggunaan teknologi informasi (salah satunya internet) sebagai alat bantu
2.    Digunakan bertujuan agar pemerintahan dapat berjalan lebih efisien.
Kendati demikian, e-gov tidak serta merta mengganti pola komunikasi pemerintah dalam berhubungan dengan masyarakat. Dalam konsep e-gov, masyarakat masih bisa berhubungan dengan pos-pos pelayanan, berbicara melalui telepon untuk mendapatkan pelayanan pemerintah, atau mengirim surat. Sehingga e-gov pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan arus hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain dengan menggunakan alat bantu yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien.
E-government dapat digolongkan dalam empat tingkatan sebagai berikut :
1.    Tingkat pertama adalah pemerintah mempublikasikan informasi melalui website.
2.    Tingkat kedua adalah adanya interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail atau komunikasi elektronik lainnya.
3.    Tingkat ketiga adalah masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal balik.
4.    Level terakhir adalah integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.

Lalu dimanakah posisi posisi Kota Tangerang ?
Menurut pengamatan kami, penerapan e-gov di Pemerintah Kota Tangerang masih pada Tahap Kedua walaupun beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah mulai masuk pada tahap ketiga.  Hal ini ditandai dengan adanya Website Pemerintah Kota Tangerang yang didalamnya terdapat informasi dan adanya buku tamu yang dapat dijadikan sarana komunikasi masyarakat. Memang belum bersifat "live chat", namun hal ini menunjukkan bahwa ada komitmen dari Pemerintah Kota Tangerang untuk membuka ruang komunikasi. Dari segi kuantitas informasi, website yang ada belum dapat menyampaikan informasi yang komprehensif dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Informasi yang tersedia hanya bersifat "common informations" yang belum menyentuh pada kebutuhan layanan masyarakat. Kami melihat hal ini terjadi karena kurangnya kontribusi informasi yang signifikan dari setiap SKPD.
Salah satu SKPD yang telah memasuki tahap ketiga adalah Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Tangerang. SKPD ini telah memiliki situs tersendiri namun linknya dapat diakses dari situs Pemerintah Kota Tangerang. Dalam Situs ini terdapat informasi seputar kepegawaian yang mungkin berguna bagi para pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Tangerang serta masyarakat secara umum.
Dalam situs tersebut telah ada fasilitas layanan komunikasi yang digunakan untuk layanan konsultasi kepegawaian serta pendaftaran CPNS online. Layanan konsultasi kepegawaian dilaksanakan melalui sarana buku tamu, email maupun melalui "live chat" yang disediakan dengan menggunakan aplikasi yahoo messenger. Sedangkan layanan Pendaftaran CPNS Online dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan data base MySql.
Lalu bagaimana untuk menuju ke tahap selanjutnya ?
Disebutkan bahwa tahap keempat atau tahap terakhir adalah integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.
Untuk mencapai hal ini, tentu saja SKPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Tangerang harus dirangsang untuk mulai membangun layanan transaksi dengan masyarakat secara elektronik dengan basis data dan aplikasi yang terkoordinasi.
Dengan adanya koordinasi tersebut, diharapkan SKPD yang tengah membangun aplikasi, menggunakan flatform dan database yang sama sehingga dapat diintegrasikan. Proses tersebut tentu saja harus didukung dengan kesiapan SKPD pengkoordinasi untuk menyediakan sarana yang dibutuhkan. Tentu saja ini bukan hal yang mudah. Tapi apakah kita akan berhenti mencoba?




Sumber : http://www.tangerangkota.go.id/e-gov-di-pemerintah-kota-tangerang

OPEN SOURCE GATEWAY INITIATIVE (OSGI)


The OSGi Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah terbuka organisasi standar yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota-anggotanya telah ditentukan yang Java berbasis layanan platform yang dapat dikelola dari jarak jauhInti bagian dari spesifikasi adalah sebuah kerangka kerja yang mendefinisikan suatu manajemen siklus hidup aplikasi model, layanan registry, sebuah lingkungan Eksekusi dan Modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGi layers, API, dan Jasa telah ditetapkan.

OSGi teknologi adalah sistem modul dinamis untuk Java ™

OSGi teknologi menyediakan layanan berorientasi, komponen berbasis lingkungan untuk para pengembang dan menawarkan cara-cara standar untuk mengelola siklus hidup perangkat lunak. Kemampuan ini sangat meningkatkan nilai berbagai komputer dan perangkat yang menggunakan platform Java.

Pengadopsi teknologi OSGi manfaat dari peningkatan waktu ke pasar dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi menyediakan integrasi pra-dibangun dan pra-komponen subsistem diuji. Teknologi ini juga mengurangi biaya pemeliharaan dan kemajuan aftermarket baru peluang unik karena jaringan dapat dimanfaatkan untuk secara dinamis mengupdate atau memberikan layanan dan aplikasi di lapangan.

Spesifikasi:

OSGi spesifikasi yang dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi OSGiOSGi Allianceyang memiliki kepatuhan program yang hanya terbuka untuk anggota. Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGi implementasi berisi lima entri.



Arsitektur:




Setiap kerangka yang menerapkan standar OSGi menyediakan suatu lingkungan untuk modularisasi aplikasi ke dalam kumpulan yang lebih kecil. Setiap bundel adalah erat-coupled, dynamically loadable kelas koleksi, botol, dan file-file konfigurasi yang secara eksplisit menyatakan dependensi eksternal mereka (jika ada).  Kerangka kerja konseptual yang dibagi dalam bidang-bidang berikut:
  1. Bundles
    Bundles adalah normal jar komponen dengan nyata tambahan header
  2. Services
    Layanan yang menghubungkan lapisan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan menerbitkan-menemukan-model mengikat Jawa lama untuk menikmati objek (POJO).
  3. Services
    API untuk jasa manajemen (ServiceRegistration, ServiceTracker dan ServiceReference).
  4. Life-Cycle
    API untuk manajemen siklus hidup untuk (instal, start, stop, update, dan uninstall) bundel.
  5. Modules
    Lapisan yang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode).
  6. Security
    Layer yang menangani aspek keamanan dengan membatasi fungsionalitas bundel untuk pra-didefinisikan kemampuan.
  7. Execution Environment
Mendefinisikan metode dan kelas apa yang tersedia dalam platform tertentuTidak ada daftar tetap eksekusi lingkungan, karena dapat berubah sebagai Java Community Process menciptakan versi baru dan edisi Jawa. Namun, set berikut saat ini didukung oleh sebagian besar OSGi implementasi:
•    CDC-1.1/Foundation-1.1 CDC-1.1/Foundation-1.1
•    OSGi/Minimum-1.0 OSGi/Minimum-1.0
•    OSGi/Minimum-1.1 OSGi/Minimum-1.1
•    JRE-1.1 JRE-1.1
•    From J2SE-1.2 up to J2SE-1.6 Dari J2SE-1.2 hingga J2SE-1,6
•    CDC-1.0/Foundation-1.0 CDC-1.0/Foundation-1.0





Sumber : https://bluewarrior.wordpress.com/2009/12/01/open-services-gateway-initiative-osgi/

Kamis, 27 November 2014

Analisis Kinerja Sistem PostTest

Pertanyaan:

"Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan tsb."

Jawaban:

Pelaksanaan Program Keamanan (Conducting a Security Program)

Langkah-langkah utama pelaksanaan Program keamanan yaitu:
  1. Pripare a project plan
  2. Identify assets
  3. Value assets
  4. Identify threats
  5. Assets likenhood or threats
  6. Analyze exposures
  7. Adjust controls
  8. Prepare security reports
Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)
Perencanaan proyek untuk tinjaun kemanan mengikuti item sbb :
  •  Tujuan Review
  •  Ruang Lingkup (Scope) Review
  •  Tugas yang harus dipenuhi
  •  Organisasi dari Tim Proyek
  •  Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
  •  Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas
Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
  •  Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
  •  Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer,
communication lines, concentrator, terminal)
  •  Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
  •  Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans insurance policies, contracts)
  •  Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
  •  Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
  •  Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
  •  Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software, Spreadsheets)
Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)

Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker
(1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk
memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode
untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.

Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)

Sumber ancaman External :
  1.  Nature / Acts of God
  2.  H/W Suppliers
  3.  S/W Suppliers
  4.  Contractors
  5.  Other Resource Suppliers
  6.  Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through fair or unfair competition)
  7.  Debt and Equity Holders
  8.  Unions (strikes, sabotage,harassment)
  9.  Governmnets
  10.  Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
  11.  Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)
Sumber ancaman Internal :
  1. Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup.
  2.  Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase, extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
  3.  Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.
Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats LikeIihood Assessment)
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan
terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.

Analisis Ekspose (Exposures analysis)

Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
  1.  Identification of the controls in place
  2.  Assessment of the reliability of the controls in place
  3.  Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
  4. Assess the resulting loss if the threat is successful


Analisis Kinerja Sistem Pretest

Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?

Jawab :  Keamanan informasi memproteksi informasi dari ancaman yang luas untuk memastikan kelanjutan usaha, memperkecil rugi perusahaan dan memaksimalkan laba atas investasi dan kesempatan usaha. Manajemen sistem informasi memungkinkan data untuk terdistribusi secara elektronis, sehingga diperlukan sistem untuk memastikan data telah terkirim dan diterima oleh user yang benar
Aset untuk mengamankan suatu Sistem Informasi dapat di klasifikasikan menjadi 2, yaitu :

  •     Aset Fisik, yang meliputi Personnel, Hardware (termasuk media penyimpanan dan periperalnya), Fasilitas, Dokumentasi, dan Supplie
  •     Aset Logika, yang meliputi Data / Informasi dan Software (Sistem dan Aplikasi).      

Sedangkan, menurut keamanan informasi, Sistem Informasi yang harus dilindungi meliputi 5 bagian yaitu :
  •         Physical Security, yaitu jenis keamanan yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik dan tempat kerja dari berbagai ancaman seperti kebakaran, akses tanpa otorisasi (perijinan) dan bencana alam.
  •         Personal Security, yaitu jenis keamanan yang sama seperti Physical Securityyang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau pegawai organisasi.
  •          Operation Security, yaitu jenis keamanan yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan atau kinerja suatu organisasi agar berjalan tanpa ada gangguan.
  •          Communications Security, yaitu jenis keamanan yang memfokuskan pada keamanan media komunikasi, teknologi komunikasi beserta dengan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini dalam mencapai tujuan suatu organisasi.
  •          Network Security, yaitu jenis keamanan yang memfokuskan pada keamanan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan dalam menggunakan jaringan tersebut untuk memenuhi fungsi dari sebuah organisasi.







Kamis, 06 November 2014

Review Jurnal PENGEMBANGAN SISTEM REMOTE ACCESS JARINGAN BERBASIS CLIENT SERVER (MANAJEMEN DATA TELEMATIKA)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Pengembangan aplikasi sistem remote access menjadi alternatif dalam manajemen jaringan komputer, baik pengelolaan kegiatan praktikum, evaluasi kegiatan praktikum sampai kegiatan maintenance, prinsip remote access sejalan dengan pengembangan jaringan berbasis client dan server dimana client di ibaratkan sebagai peserta praktikan dan server sebagai tutor (asisten praktikan).
Sebelumnya aplikasi sejenis sistem remote access telah dirancang dan diterapkan diberbagai bidang seperti bidang perkantoran, pendidikan, dan pemerintahan. Di bidang perkantoran contohnya Pengembangan Perangkat Lunak Pemantauan Jarak Jauh (Remote Monitoring (Handaya, 2005), dibidang pendidikan contohnya Analisis Dan Desain Sistem Resource Monitoring Pada Jaringan Komputer Berbasis Protokol TCP/IP (Indra, Dkk, 2004) dan dibidang pemerintahan contohnya Rancang Bangun Aplikasi Remote untuk Administrasi LAN (Hermoko, Dkk, 2006).
Aplikasi sistem remote access yang telah dirancang diatas terdapat beberapa kekurangan dan beberapa permasalahan seperti kurangnya fitur/fasilitas dalam memenuhi syarat manajemen jaringan.
Oleh karena itu aplikasi remote access ini memerlukan pengembangan lagi diantaranya pengembangan fitur monitoring desktop client hal ini berkaitan dengan alternatif solusi dari permasalahan pengawasan berbagai komputer yang terhubung didalam jaringan, monitoring network client dan masalah otoritas keamanan aplikasi berupa manajemen password user didalam aplikasiserver agar tidak terjadi penyalahgunaan aplikasi, serta kebanyakan perangkat lunak remote access yang telah ada selama ini lebih mengutamakan fasilitas utama pada server, tetapi disuatu saat mungkin fitur dari client juga perlu dikembangkan seperti fasilitas fiturchating dengan administrator, fitur remote file dari client ke server, dan fitur File Transfer Protocol (FTP) untuk memudahkan setiap client yang membutuhkan alat komunikasi data di dalam jaringan hal ini berkaitan dengan alternatif solusi dari permasalahan proses komunikasi data. Tujuan umum dari penelitian ini ialah mengembangkan aplikasi sistem remote access jaringan berbasisclient server, bertujuan untuk mengembangkan fasilitas server meliputi : file sharingmonitoring desktop clientnetwork monitordan keamanan aplikasi. fasilitas client meliputi : chatting dari client ke serverremote file manager LAN (Local Area Network), dan FTP (File Transfer Protocol).


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jaringan Komputer

Jaringan didefinisikan oleh Wirija (2002) adalah Jika Komputer dimana anda bekerja
berhubungan dengan komputer lain dan peralatan lain sehingga membentuk suatu group, Jadi sistem jaringan (Networking system) dapat disimpulkan bahwa bagaimana komputer tersebut bisa saling berhubungan serta mengatur sumber yang ada.
2.2  Remote Access

Remote access didefinisikan oleh Utomo, Dkk (2010), Remote access merupakan sistem yang bisa digunakan dalam pengendalian suatu manajemen jaringan, dimana administrator dapat dengan mudah mengontrol dan mengawasi komputer client, berinteraksi dengan user, backup data, atau aktifitas lainnya. Sedangkan menurut Dhawan (1998) dalam Eliminate Guess Work (2010), Remote Access adalah kemampuan untuk terhubung dengan resource pada suatu network sentral dari suatu lokasi.
Ini berarti menggunakan sebuah PC dan modem di satu tempat, lewat kabel telepon, terhubung ke suatu PC atau server pada network utama suatu perusahaan.
Secara umum aplikasi remote access mempunyai beberapa fungsi dalam manajemen jaringan, menurut wahana dan andi (2010), dalam bukunya Cara Jitu Pengelolaan Jaringan Windows dengan Remote Desktop dan Administration, ada beberapa kegunaan remote access/Remote Desktop yang lazim diantaranya;
- Mengendalikan komputer lain dari lokasi yang remote, misalnya untuk mengakses software
   di komputer yang ada di divisi atau bagian lain di perusahaan oleh pengguna technical
   support perusahaan diruang kerjanya.
- Mematikan komputer dari jarak jauh.
- Menghidupkan ulang komputer/restart dari jarak jauh.
- Memodifikasi setting registry komputer lain dari jarak jauh.
- Mengawasi penggunaan komputer lain dari jarak jauh.
- Membantu pengguna lain memecahkan masalah di PC-nya dari jarak jauh.
- Mengawasi penggunaan program berjalan / internet dari jarak jauh.
- Pemeliharaan (maintenance) komputer dari jarak jauh.
Sharing resource dari jarak jauh.



BAB III
ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  Desain Sistem

Sebagai upaya untuk memperjelas cara kerja sistem yang akan dibuat, maka perlu disajikan diagram perancangan sistem secara umum dan khusus. Dengan melihat kelemahan serta kebutuhan sistem yang berkaitan dengan tool administrator jaringan baik untuk aplikasi Tutor (Admin Server) maupun Peserta Praktikan (User/Client).
1.      DFD level 0
Pada gambaran ini menunjukan apa saja yang dilakukan oleh seorang admin didalam menu sistem aplikasi server remote access, yaitu melakukan ping network untuk mengetahui host-host yang aktif, sesi koneksi ialah untuk menghubungkan dengan aplikasiclient, kendali file explorer dari server, komunikasi chat dan pesan, dan kendali registry windows client seperti shut down,restart, logoff, hide menu windows,taskbar, dan mengatur password login, monitoring aktifitas melalui capture/perekaman desktop serta monitoring aplikasi yang sedang berjalan di komputer client. Sedangkan pada user/client aktifitas yang bisa dilakukan didalam menu sistem aplikasi client remote access ialah chating Remote file manager, dan menu File Transfer Protocol (FTP).





Gambar 1. DFD Level 0

3.2 Diagram Alir Remote Access
1.      Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Server ke Client


Gambar 2. Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Server ke Client.

2.      Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Client Ke Server
Sedangkan untuk diagram alir proses pembentukan sistem remote dari client ke server ialah sebagai berikut.


Gambar 3. Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Client ke Server

3.3  Pengkodean

Tahap selanjutnya dalam pengembangan aplikasi sistem remote access ini ialah pembuatan code, Pengkodean merupakan proses menterjemahkan desain ke dalam suatu bahasa yang bisa dimengerti oleh komputer. Pengkodean program aplikasi sistemremote access ini terbagi kedalam dua bagian, yaitu code program server dan code program client. Bagian ini hanya menjelaskan sumber setiap code yang dikembangkan disetiap form yang terdapat pada aplikasi server dan client, termasuk didalamnya untukcode pada module untuk selengkapnya code apkikasi remote acccess ini selanjutnya bisa hubungi penulis lewat email. Dan setiapcode didapat dari beberapa buku dan sumber forum programing Visual Basic dengan mengikuti aturan dan kaidah pengutipan danpengembangan listing program, Amperiyanto (2009), VB Opensource (2012), Programer VB Indonesia (2012).

3.4 Testing dan Implementasi Sistem

Pengujian (Test) perangkat lunak Remote Access dilakukan terhadap beberapa fungsi yang berhasil dikembangkan saja meliputi aplikasi Server dan Client, dengan menggunakan metode pengujian Blackbox testing menurut Pressman (2001) dan menurut sukamto (2008), secara teknis didalam melakukan pengujiannya, aplikasi ini dicoba dalam suatu jaringan secara Client Server dengan topologi StarBlackbox testing terfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak.
Blackbox testing cenderung untuk menemukan hal-hal berikut:
1. Fungsi yang tidak benar atau tidak ada
2. Kesalahan antarmuka (interface errors)
3. Kesalahan pada struktur data dan akses basis data
4. Kesalahan performansi (performance errors)
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.
Langkah tersebut selanjutnya akan dibahas hingga pengujian akses database. Pengujian aplikasi Server meliputi pengujian fungsisystem tray, Network Monitor, Capture Desktop, dan Password Management. Sedangkan untuk aplikasi Client pengujian dilakukan pada fungsi Remote File Manager, fungsi Chatting dan File Transfer Protocol

1. Testing Fungsi System Tray

Pada aplikasi server dan client dikembangkan fungsi system tray pengujian berhasil dilakukan seperti gambar berikut :


Gambar 4. Hasil Testing Fungsi System Tray Aplikasi Server

2. Testing Fungsi Network Monitor

Testing fungsi network monitor dikembangkan pada aplikasi manajemen pengawasan stabilitas jaringan.


Gambar 5. Testing Fungsi Network Monitor Aplikasi Server

3. Testing Fungsi Capture Desktop

Testing fungsi network monitor dikembangkan pada aplikasi server manajemen pengawasan stabilitas jaringan.

Gambar 6. Testing Fungsi Capture Desktop Aplikasi Server

4. Testing Fungsi Password Management

Fungsi password management dikembangkan pada aplikasi server yang bertujuan agar tidak terjadi penyalahgunaan aplikasi dari server, sehingga hanya administrator yang telah ditugaskan

Gambar 7. Testing Fungsi Password Management Aplikasi Server

5. Testing Fungsi Remote File Manager Client

Pengujian dilakukan dengan client menentukan IP server dan port server yang akan diremote file-nya, fitur remote file manager pada aplikasi client berbeda dengan fitur kendali explorer server, hal ini dimaksudkan agar tidak sembarang server (tutor). Pengujian dilakukan dengan status koneksi telah mengijinkan koneksi remote file maka hasilnya seperti berikut:

Gambar 8 Testing Fungsi Remote File Manager Client

6. Testing Fungsi Chatting ke Server

Fitur chatting client hanya diperuntukan untuk berkomunikasi dengan admin server (Tutor), hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi diskusi atau tukar hasil pekerjaan antar peserta praktikan.

Gambar 9 Testing Fungsi Chatting Aplikasi Client

7. Testing File Fungsi Transfer Protocol.

Pengujian File Transfer protocol dilakukan disaat komputer Client terhubung ke Internet dengan terlebih dahulu memulai (button Start Internet Session) untuk melakukan file transfer terhadap salah satu web server, ambil contoh penulis menggunakan dengan IP 31.170.160.90 jika username dan password sudah terisi dengan benar maka koneksi terhadap web server bisa berjalan, direktori file protocol ini baru dikembangkan hingga fitur download dan upload.

Gambar 10 Testing Fungsi File Transfer Protocook Aplikasi Client

3.5  Review dan Evaluation

Meninjau kekurangan sistem pada laboratorium komputer yang menerapkan sistem jaringan  lokal area beberapa kekurangan seperti permasalahan fungsi manajemen jaringan dari server, kendali, pengawasan, serta kekurangan dari permasalahan komunikasi data dari client. Maka dengan pengembangan sistem remote access ini beberapa fungsi praktikan dapat terakomodasi, dari sisi administrator server (Tutor Praktikan) dapat dengan mudah melakukan pengawasan, kendali dan evaluasi praktikum, dari sisi client (Peserta Praktikan) komunikasi data menjadi mudah.



BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil Tinjauan teoritis, Analisis serta Desain sistem Remote Access yang telah diuraikan, kesimpulan dari hasil penelitian yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
1.      Perangkat lunak yang dikembangkan ini dapat membantu administrator jaringan untuk melakukan pemantauan terhadap penggunaan komputer dalam jaringan.
2.      Stabilitas aktifitas yang terjadi pada jaringan bisa terpantau oleh Administrator server (Tutor) meskipun jumlah tutor terbatas sehingga proses evaluasi praktikum bisa terpantau tanpa langsung menemui secara langsung ke tempat komputer client (Peserta Praktikan).
3.      Manfaat jaringan komputer seperti resource sharing, efektif dan efisien dan hingga menekan biaya operasional menjadi alasan penting dalam munculnya teknologi jaringan oleh karena itu agar pemanfaatan teknologi jaringan komputer bisa maksimal maka penting sekali menerapkan sistem manajemen jaringan bagi seorang administrator pada jaringan lingkup LAN atau lingkup jaringan besar agar setiap kesalahan dalam rekayasa sistem jaringan bisa terhindari seminimal mungkin.
4.      Beberapa fitur yang telah dikembangkan akan mengakomodasi beberapa tugas Tutor dalam memanajemen jaringannya.
5.      Pengembangan aplikasi sistem remote access dilakukan pada aplikasi client dan aplikasi server yang memuat menu-menu pilihan dengan menyesuaikan kebutuhan client dan administrator server, sehingga mudah mengoperasikannya.

DAFTAR PUSTAKA


[1] Rosa Ariai Sukamto (2008) Black-Box Testing Retrived Februari 2012, Sumber: :
      

http://kikifirmansyah.blog.upi.edu/2009/10/01/black-box-testing/.

[2] (Jurnal Online Sistem) Anindito, “Akuisisi Data dan Pengendalian Jarak Jauh Jaringan
      
Menggunakan TCP/IP”,Vol 1, Jurnal Teknologi Industri, (2000)